Pemberantasan Korupsi Semesta - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 31 Maret 2014

Pemberantasan Korupsi Semesta

Ada sesuatu hal yang menarik pada tayangan Mata Najwa yang ditayangkan di Metro TV pada Sabtu Malam (4/1/14). Setidaknya itu yang dapat saya tangkap sebagai sebuah ide dan gagasan yang menarik dilontarkan oleh seorang Anies Baswedan.

Tayangan Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab, kali ini berjudul Penebar Inspirasi, menghadirkan 5 tokoh; Abraham Samad (Ketua KPK), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Anies Baswedan, Joko Widodo atau Jokowi (Gubernur DKI Jakarta), dan Jusuf Kalla yang kini menjabat sebagai Ketua PMI.

Menjawab pertanyaan Najwa Shihab terkait apa yang akan dilakukan Anies Baswedan andai dirinya jadi Ketua KPK. Anies dengan lancar menjawab, pemberantasan korupsi tidak akan dia jadikan semacam program. Dia justru akan menjadikan pemberantasan korupsi dengan melibatkan seluruh rakyat semacam pemberantasan korupsi semesta, mungkin jika di jaman Orde Baru semacam Hankamrata (Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta).


Menurut Anies Baswedan, rakyat bisa ikut terlibat atau melibatkan diri dalam upaya pemberantasan korupsi. “Misalkan rumah pribadi gubernur di daerahnya besar dan megah, dengan peralatan yang dimilikinya rakyat bisa memoto rumah tersebut, lalu meng-upload-nya ke KPK,” kata Anies.

Kita ketahui bersama KPK hanya berada di Jakarta, di ibukota negara. KPK tak seperti BPK yang memiliki perwakilan di daerah. Disamping itu keterbatasan personil KPK yang terbatas menjadikannya terbatas pula dalam melacak dan menangani permasalahan terkait korupsi.
Nah, dengan adanya keterlibatan tiap individu rakyat, paling tidak KPK bisa punya gambaran dan tujuan yang pasti untuk memulai pelacakan terhadap hal-hal yang terkait korupsi.


Saya kira ide dan gagasan Anies Baswedan ini bisa menjadi pertimbangan KPK yang kebetulan Ketuanya juga ikut mendengar langsung. Yang penting sebenarnya bukan sebagus apa sebuah ide atau gagasan, namun seberapa mungkin bisa dilaksanakan sesuai harapan. Akhirnya semua kembali kepada niat dan keinginan semua pihak untuk menjadikan negeri ini lebih baik; terbebas dari koruptor minimal menekannya untuk tidak menggila.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.