Pemerintah Pusat Menambah Kuota BBM, Pertamina Yang Mengurangi - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 17 Maret 2014

Pemerintah Pusat Menambah Kuota BBM, Pertamina Yang Mengurangi

-Pasokan BBM di beberapa daerah di Kalimantan

Beberapa SPBU di wilayah Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, terutama di Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin mengalami pengurangan pasokan BBM dari Depot PT. Pertamina yang berada di Kotabaru.
Para pengelola SPBU mengaku dalam seharinya pasokan dikurangi sebanyak 1 mobil tangki yang berkapasitas 10 kiloliter untuk jenis Solar.


Mengetahui kondisi demikian, tentu saja ini bertolak belakang dari permintaan 4 Gubernur di Kalimantan agar menambah kuota BBM bersubsidi. Padahal perjuangan para Gubernur tersebut bisa dikabulkan Pemerintah Pusat setelah mengancam akan menahan pengiriman batubara dari seluruh Kalimantan.


Tadinya masyarakat di seluruh Kalimantan berharap dengan adanya penambahan kuota, maka tak terjadi lagi antrian panjang di tiap SPBU. Namun harapan masyarakat itu di beberapa daerah menjadi buyar disebabkan adanya pengurangan di SPBU. Logikanya Pemerintah Pusat menambah kuota, tapi di sisi lain pihak Pertamina di daerah mengurangi pasokannya. Inilah jika pengawasan tak dilakukan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah setempat.


Seperti diketahui pada 2011 kuota BBM untuk Kalimantan sebesar 7,19 persen dari pasokan BBM bersubsidi nasional. Namun di 2012 dikurangi menjadi hanya 7 persen atau sekitar 2 juta kiloleter. Ini berakibat beberapa bulan lalu sering terjadi antrian di sejumlah SPBU di seluruh daerah di Kalimantan.

Masih menurut beberapa pengelola SPBU pula, terkait pengurangan pasokan itu tak ada pemberitahuan. Mestinya menurut salah seorang pengelola, pihak Pertamina sebelum melakukan pengurangan diadakan terlebih dulu semacam sosialisasi agar dapat diketahui penyebab terjadinya pengurangan. “Pengurangan terlebih dahulu dilakukan oleh pihak Pertamina, mesti ada pemberitahuan pun selalu terlambat, sehingga kami tak bisa memberikan penjelasan kepada para konsumen lebih awal,” keluh mereka.

Ditambahkan, pengurangan pasokan mereka alami sejak awal bulan ini. Adapun jenis BBM yang mengalami pengurangan pasokan adalah; bensin sebanyak 10 kiloliter, dan solar pun 10 kiloliter. Namun pengurangan pasokan jenis bensin sudah dikembalikan, sedangkan solar tetap masih pengurangan.

“Sebelumnya pasokan untuk bensin ke SPBU kami berjumlah antara 20 hingga 30 kiloliter per hari. Setelah pengurangan menjadi 10 hingga 20 kiloliter. Namun kini pasokan sudah normal, dikembalikan ke asal. Hanya saja untuk solar tetap belum dikembalikan. Dulunya pasokan sebesar 30 hingga 40 kiloliter per hari, kini yang kami terima hanya 20 hingga 30 kiloliter per hari,” ungkap mereka pula.

Pengurangan pasokan BBM ke SPBU yang nota bene untuk konsumen umum itu, menurut salah seorang pengelola SPBU di Tanah Bumbu, tak menutup kemungkinan terjadi di seluruh SPBU yang berada di wilayah Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.