Surau Kami Semakin Kosong - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 15 Maret 2014

Surau Kami Semakin Kosong

Surau di sekitar rumah kami sudah berbenah lebih sebulan lalu sebelum datangnya bulan puasa. Beberapa bagian surau itu diperbaiki, serta membangun tempat buang air yang selama belasan tahun memang tak dimiliki surau itu. Biasanya para jamaah yang bukan warga setempat yang kebelet mau buang air terpaksa mesti ke WC umum yang jaraknya sekitar 20-an meter dari surau, dan mesti merogoh kocek pula.

Tapi kini surau kami sudah agak bagusan, dan ada WC baru pula.
Untuk kenyamanan para jamaah shalat tarawih, sajadah yang sudah agak usang pun diganti baru, nambah kipas angin pula. Beberapa warga yang tingkat kehidupannya tergolong makmur, pun menyumbang dana untuk pembenahan surau kami.


Pada malam pertama shalat tarawih, surau yang sedianya hanya mampu menampung sekitar 150-an jamaah, penuh, sebagian terpaksa menggelar karpet maupun tikar diluar surau. Sangat antusias sekali warga yang mengikuti shalat tarawih di malam pertama.

Malam tarawih kedua, warga yang malam kemarin menggelar tikar dan karpet diluar surau, sudah tak tampak, tapi surau tetap penuh.
Tadi malam kebetulan aku melewati surau, karena memang aku sedang tak ikut shalat tarawih, aku pun melongokkan kepalaku ke arah dalam surau, aku lihat jamaah yang shalat tarawih hanya tinggal puluhan orang. Dan dalam pikiranku, tak lama lagi jamaah yang ikut shalat tarawih di surau kami itu tinggal hitungan jari saja.


Aku jadi membayangkan dan membandingkan para jamaah surau kami itu ibarat sedang perlombaan balap. Start pertama bergerak dengan gas full alias tancap gas, pas sedang berada di tengah perlombaan mulai menjadi loyo, dan saat mendekati finish; semakin bertambah loyo karena kehabisan tenaga serta bahan bakar yang menipis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.