Syair Lagu Ini Menginspirasi Kolusi dan Nepotisme - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Syair Lagu Ini Menginspirasi Kolusi dan Nepotisme

Naik kereta api, tut tut tut….
Siapa hendak turut,
Ke Bandung…Surabaya….
Naiklah s’mua dengan percuma,
Ayo kawanku lekas naik,
Keretaku tak berhenti lama.


Bagi banyak Indonesia yang kini sudah dewasa bahkan mungkin sudah jadi tua, dipastikan telinganya cukup akrab.

Yah, itu merupakan salah satu dari sekian banyak lagu anak-anak yang sering dinyanyikan di sekolah, terutama di Taman Kanak-kanak (TK).

Namun jika kita teliti secara cermat bait demi bait dari lagu tersebut, ditemukan indikasi sebagai berikut;

(1) Syair lagu itu mengajarkan kepada anak-anak agar melakukan Kolusi dan Nepotisme. Dapat disimak pada bait; naiklah s’mua dengan percuma.

Enak benar naik kereta api dengan percuma alias gratis. Padahal kita tahu untuk bisa ikut naik kereta api itu mesti membeli tiket. Kereta api itu dikelola oleh perusahaan BUMN; didanai dari kocek rakyat, siapapun ia mesti membeli tiket, tak terkecuali teman sendiri.

(2) Pada bait; keretaku tak berhenti lama, disini tak mengajarkan budaya antri dan tertib. Sehingga bisa kita lihat selama ini para penumpang kereta api yang berdesakan, bahkan naik kereta api sembarangan; hingga duduk memenuhi atap gerbong.

Memang tampaknya cuma lagu, tapi tak sedikit lagu yang menginspirasi orang untuk meniru dan mempraktikkan bunyi syairnya. Percaya atau tidak, setuju ataupun tidak, silakan saja berargumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.