Tanpa BB Aku Sayang Anakku - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Tanpa BB Aku Sayang Anakku

Pindahkan saja sekolahnya dari situ.

Itulah balasanlu atas SMS istriku yang mengatakan putri kami menangis dan ngambek minta belikan Blackberry (BB).

Istriku melanjutkan, putri kami itu ingin sekali memperoleh BB dikarenakan teman-teman sekelasnya semua menggunakan BB.
Kupikir itu cuma alasan putri kami yang kini duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.



Keinginan putri kami ini seingatku bukan yang pertama kali. Sudah beberapa kali ia bersikap begitu karena keinginannya tak kuturuti.
Bukan aku tak sayang kepada putriku. Justru dengan tidak menuruti keinginannya itu dikarenakan aku sayang dia. Aku tak ingin seperti para orangtua dari teman-teman sekelas putriku; mereka kuanggap tidak sayang dengan putri mereka.


Tak banyak gunanya kukira sebuah BB yang berada di tangan seorang anak kecil. Kupikir paling-paling cuma sebagai mainan sambil membanggakan orangtua mereka yang mampu membelikannya. Selain itu, andai saja anak kecil itu bisa menggunakan fitur-fitur di BB itu, ini yang berbahaya. Kukatakan berbahaya karena bisa disalah gunakan untuk hal-hal negatif yang belum pantas dilakukan oleh seorang anak kecil.

Kalau saja benar seperti yang dikatakan istriku; semua teman-teman sekelas putri kami menggunakan BB, aku sangat tidak respek kepada sekolah dan para guru yang mengajar di kelas putri kami. Karena para guru itu membiarkan anak-anak didiknya menggunakan peralatan yang semestinya belum pantas mereka gunakan. Dan, lebih baik tak menyekolahkan anak di sekolah seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.