Tak Puasa Akan Diberi Makan Belatung? - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 15 Maret 2014

Tak Puasa Akan Diberi Makan Belatung?

courtesy : kompasiana
Saat masih anak-anak saya ingat mendiang ibu sering berkata, “kalau tidak puasa nanti di akhirat akan diberi makanan berupa ulat.”
Waktu itu usia saya memasuki 6 tahun, duduk di kelas 1 SD. Mendengar perkataan mendiang ibu, saya takutnya bukan main. Menurut ibu, bila tak berpuasa, nanti tempatnya di neraka akan diberi makan berupa ulat putih (sejenis belatung mungkin), dan diberi minuman berupa darah.


Saya pun tak berani jika tak melaksanakan puasa, meski lebih banyak dihabiskan dengan tiduran. Karena masa-masa saya dulu sekolah diliburkan sebulan penuh di bulan puasa.

Jika pun akhirnya berbuka puasa sebelum waktunya karena tak kuat, saya juga tak berani berbohong. Karena menurut ibu lagi, orang yang berbohong akan dipotong lidahnya oleh malaikat. Saya pun membayangkan betapa sakitnya jika lidah dipotong sambil juga membayangkan makan ulat putih dan minum darah. Hiii….ngeri membayangkannya.

Saya yakin di rumah tangga umat Islam lainnya terdapat kondisi seperti yang terjadi pada keluarga saya itu. Memang cara penyampaian amar ma’ruf nahi munkar oleh ibu saya terhadap anaknya itu, dengan cara yang cukup menakutkan, karena ibu saya bukan seorang ustadzah. Namun sebagai orangtua yang ingin agar anaknya menjalankan ajaran agama, cara yang menurutnya mengena ia lakukan juga.

Namun ternyata ketika saya sudah agak dewasa, di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, guru agama di sekolah saya, pun hampir tak ada bedanya menyampaikan apa yang pernah disampaikan ibu saya. Entahlah kini bagaimana cara-cara orangtua maupun guru agama di sekolah menyampaikan hal-hal terkait amar ma’ruf nahi munkar seperti yang dicontohkan oleh mendiang ibu saya itu. Yang jelas cara ibu ini saya pakai terhadap anak-anak saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.