Tunjangan Idul Fitri, Bukan THR Saja - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 15 Maret 2014

Tunjangan Idul Fitri, Bukan THR Saja

courtesy : gambar bergerak
Wajah kenalanku kusut masai ketika kami bertemu di pasar induk tadi pagi. Apa hal ?
Kenalanku yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan pertambangan itu mengungkapkan dirinya tak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan tempatnya bekerja.


Mendengar penuturannya itu aku turut prihatin, meski aku tahu kenalanku itu non Muslim, ia beragama Katholik.
Aku pun menghiburnya dengan harapan nanti menjelang Natal ia akan memperoleh semacam THR dari perusahaannya. Lagi pula ia belum lama bekerja di perusahaan itu. Namun kekhawatiran tak memperoleh semacam THR menjelang Natal, tak urung masih menghinggapi perasaannya.


Memang dilematis juga bila mengingat masalah THR ini. Mestinya istilah THR ini diganti saja dengan Tunjangan Idul Fitri (TIF) untuk yang beragama Islam, Tunjangan Hari Natal (THN) untuk yang Nasrani, T (Tunjangan) lainnya untuk umat agama lainnya pula.

Misalkan perusahaan tetap juga memberikan semacam THR ke seluruh karyawannya tanpa pandang agama untuk menyambut dan menjalani Idul Fitri, tentu kurang atau justru tidak tepat bagi mereka yang non Muslim. Akan sangat tepat jika diberikan menjelang hari raya mereka. Karena THR itu tentu sangat berguna bagi mereka yang benar-benar akan menyambut hari raya. Apalagi biasanya selain memperoleh semacam THR, paket atau parcel juga akan diberikan oleh pihak perusahaan. Dan pemberian semacam THR ini sangat diharapkan oleh mereka yang berkerja di perusahaan. Bahkan para PNS dan Honorer yang berkerja pada pemerintah pun tak kalah sama mengharapkannya. Karena kita semua tahu banyak keperluan yang akan dibeli untuk menyambut hari raya, yang mana budget atau anggaran akan meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.

Tidaklah berlebihan jika kenalan saya itu sampai berwajah kusut masai mengingat THR, apalagi ia sampai tak mendapatkannya menjelang Natal nanti. Aku hanya berharap perusahaan, tidak saja di daerahku, tapi di seluruh negeri ini tak lupa menganggarkan budget untuk memberikan semacam THR kepada para karyawannya yang non Muslim. Karena mereka tak boleh dibedakan satu sama lain. Mereka juga sama-sama bekerja dan berkarya untuk kemajuan perusahaan. Dan mereka layak mendapatkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.