Wartawan Dilarang Terima Amplop - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 08 Maret 2014

Wartawan Dilarang Terima Amplop

Miris juga mengetahui masih banyak wartawan yang tak memperoleh gaji dari perusahaan media atas pekerjaaannya.

Perusahaan media yang diketahui menggaji para wartawannya, justru lebih sedikit jumlahnya daripada yang tak memberikan gaji.

Meski diberi gaji pun, ternyata gaji mereka banyak yang belum sesuai dengan tugas dan pekerjaan mereka.
Maka jadilah bertebaran dimana-mana di seluruh bagian di negeri ini wartawan yang menerima ‘amplop’ dari sumber maupun objek berita. Istilah uang transport atau uang bensin, uang rokok, uang akomodasi, uang liputan, atau uang-uang lainnya yang diperuntukkan bagi para wartawan, sudah bukan rahasia.

Kalimat yang terdapat di banyak media, “wartawan media ini dilarang menerima pemberian dari sumber berita”, hanyalah berupa lip service dan jargon basi.

Banyak pihak menganggap wartawan yang suka menerima ‘amplop’ sebagai wartawan tak profesional, merusak reputasi profesi.
Menurut saya, anggapan itu benar adanya. Justru wartawan profesional yang tak mau menerima amplop, namun menerima proyek, kirim nomor rekening, atau menerima koper yang berisi duit banyak ketimbang sekedar amplop.
Akhirnya, wartawan dilarang menerima amplop, kecuali ‘isinya’, atau ambil isinya, campakkan amplopnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.