Mitos; Laba-laba Pelindung Rasul - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 02 April 2014

Mitos; Laba-laba Pelindung Rasul


Meski peradaban manusia terus bergulir ke arah modernisasi, tak lantas menjadikan semua manusia berpola pikir modern pula. Tak sedikit manusia yang meski mengklaim beragama dan tampak relijius dalam kehidupan sehari-hari, tapi masih tetap mempercayai berbagai mitos.

Mitos mengandung pengertian cerita suatu bangsa tentang dewa dewi dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan atau cara gaib.

Ada beberapa mitos yang masih melekat pada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, antara lain ;

(1) Kucing, mitos tentang kucing atau yang terkait dengan binatang ini hampir ada di seluruh masyarakat Indonesia. Binatang carnivora ini dianggap bisa mendatangkan bencana jika seseorang membunuhnya baik sengaja ataupun tidak. Seekor kucing yang sedang berada di tengah jalan, sebisa mungkin akan dihindari oleh para pengendara kendaraan bermotor agar tidak menabraknya. Kalaupun sampai tertabrak binatang tersebut hingga mati, ada semacam ritual tertentu untuk penguburannya agar tak sampai mendatangkan bencana bagi yang membuatnya mati.
Baru-baru tadi sempat heboh di dunia maya yang terkait masalah kucing ini. Seorang warga Jomblang, Sleman DIY bernama Danang Sutowijoyo melakukan pembunuhan terhadap kucing-kucing yang ia istilahkan criminal cat yang suka mencuri makanan.


(2) Cecak, masih ingat ketika masih anak-anak, orang-orang tua di kampung mengatakan bila membunuh cecak sebanyak 41 ekor dalam sehari semalam, maka dosanya akan dihapus Tuhan dan bisa masuk sorga. Apa sebab ? Pernah kutanyakan mitos ini ke para orangtua, mereka katakan cecak itu mesti dibunuh karena; pertama hewan itu dianggap haram, kedua hewan tersebut dianggap berdosa karena memberi isyarat kepada para kafir Quraisy yang mengejar Rasul Allah Muhammad SAW dan Abubakar hingga ke mulut gua tsur dimana keduanya bersembunyi, sehingga salah seorang dari kafir Quraisy itu sempat melempar batu ke dalam goa yang konon mengenai gigi Rasul sehingga copot sebilah.
Bunyi cecak juga dianggap seperti membetulkan pembicaraan seseorang yang sedang mencari atau minta pembenaran dari lawan bicaranya, sebaliknya…….


(3) Laba-laba, hewan ini dianggap berjasa karena melindungi Rasul SAW dan sahabatnya. Setelah keduanya masuk dan bersembunyi di dalam gua tsur, seekor laba-laba konon dengan cepat membuat sarang menutupi mulut gua, sehingga seolah-olah hewan tersebut sudah lama bersarang dan tak mungkin ada orang yang masuk, kalaupun ada yang masuk pasti sarang laba-laba itu rusak.

(4) Anjing, lolongan panjang di malam hari dari hewan ini dianggap sebagai pertanda ada makhluk menakutkan yang sedang gentayangan.

(5) Burung Hantu, bunyi burung hantu di malam hari dianggap pertanda akan ada seseorang yang neninggal dunia.

(6) Kupu-kupu, rumah seseorang yang dimasuki kupu-kupu dianggap pertanda akan ada tamu yang datang bertandang.

(7) Macan, di Kalimantan terutama di daerahku Kalsel, para orangtua dulu melarang membakar terasi untuk keperluan sambal jika sedang berada di hutan, karena dianggap bisa mengundang kedatangan macan yang dapat memangsa manusia.

(8) Buaya, warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai-sungai di Kalimantan dilarang mencuci tikar yang terbuat dari bahan Purun (sejenis ilalang yang tumbuh tinggi) di tepi sungai di atas lanting (bangunan terapung), karena dianggap bisa membuat buaya memangsa manusia. Atau dilarang melempar buaya yang sedang mengapung di permukaan sungai dengan puntung api yang sedang menyala atau membara, efeknya dianggap memancing buaya memangsa manusia.

Itulah beberapa mitos yang terkait hewan atau binatang. Mungkin mitos tersebut ada kesamaan di daerah satu sama lain. Anda mau percaya atau tidak, begitulah adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.