Hidup Itu Harus Senang, Ini Keharusan - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 03 November 2017

Hidup Itu Harus Senang, Ini Keharusan

Saya mungkin termasuk orang yang tak begitu memikirkan kehidupan ini mesti bagaimana, jalani saja yang penting bisa senang.

Sejak kecil saya tak punya cita-cita khusus apapun harus jadi apa kelak. Sempat berkeinginan jadi seorang guru karena bergaul di kalangan guru, namun keinginan itu saya lupakan karena berkerja lebih penting daripada harus kuliah dan menambah beban orangtua lagi untuk beberapa tahun ke depan.

Hidup senang di dunia ini bagi saya adalah suatu keharusan yang tak bisa ditunda apalagi diabaikan, bagaimanapun caranya agar hidup ini senang meski belum tentu bahagia. Jika senang saja kita tidak bisa apalagi mau bahagia. Pribadi diri kita dulu yang kita bikin senang kemudian barulah kita memikirkan untuk berbagi senang dan kesenangan ke orang lain.

Courtesy : poskota
Orang yang sangat rugi menurut pikiran saya adalah orang yang di masa hidupnya selalu dirundung kesusahan dan berbagai kesulitan dan di akhirat nantinya masuk neraka, akan lebih baik selalu senang di masa hidup meski nanti masuk neraka. Saya pastikan tak akan terpengaruh apalagi mengikuti ceramah yang mengatakan biarlah hidup miskin dan melarat di dunia tapi bahagia nanti di akhirat, apalagi janji 73 bidadari tak akan masuk dalam pemikiran saya. Pokok dan intinya hidup di dunia harus selalu senang bagaimanapun dan apapun konsekuensinya.

"Agama adalah candu bagi para pemeluknya."
Ini kata Kang Karl Marx yang Mbahnya ideologi komunis. Saya menampik kalimat tersebut, karena saya pastikan tak termasuk para fanatis agama yang saya anut ataupun fanatis aliran atau ideologi tertentu. 

Ilmu ma'rifat saya adalah dunia dan segala materi yang ada. Syari'at saya adalah hukum ekonomi; dengan modal sedikit dapat menghasilkan maksimal. Tarikat saya adalah hukum kasualitas, sedangkan Hakikat saya adalah kesenangan tanpa batas, bagaimana dengan anda ?

Hidup dan kehidupan ini hanyalah seperti numpang minum kata si Tole yang ibunya tiap hari cari tanaman genjer untuk lauk makan nasi. Kehidupan ini tak ubahnya panggung sandiwara ujar Meneer William Shakespeare. Yang penting bisa senang, senang, dan senang, who cares ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.