Jangan Benci Pengusaha - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 12 November 2017

Jangan Benci Pengusaha

Kita sudah setuju dengan sistem ekonomi gaya kapitalis diterapkan di negeri ini daripada sistem sosialis ataupun komunis, ya jalani dan nikmati saja.
Kapitalis asal katanya adalah kapital atau modal, jadi secara secara singkat sistem ekonomi kapitalis itu bertumpu dan dikendalikan oleh para kaum bermodal; pengusaha.

Karena sistem kapitalis lah banyak orang bisa mempunyai kepemilikan apa saja secara pribadi; rumah, mobil, pesawat, tanah/lahan, perusahaan bahkan pulau pribadi sekalipun. Tentu berbeda jika pakai sistem sosialis apalagi komunis, semua adalah milik negara bahkan kebebasan pribadi pun milik negara. Pokoknya dengan sistem kapitalis tiap orang punya kesempatan untuk kaya dan sebaliknya juga tetap miskin semiskin-miskinnya.

Ilustrasi (courtesy : celgornews) 
Tapi Endonesa kan bukan negara kapitalis? Tak sepenuhnya salah dan juga tak benar. Sistem ekonomi kita ini bisa disebut banci; mengadopsi sistem kapitalis tapi juga pakai yang sosialis. Negara membolehkan tiap individu memiliki dan menjalankan korporat/perusahaan pribadi untuk sumber-sumber yang tidak vital bagi publik, namun menguasai sumber-sumber vital yang jadi hajat hidup orang banyak melalui BUMN, BUMD, koperasi hingga BUMDes; ini kan sistem sosialis komunis.

Minyak, gas, mineral, pelabuhan, bandar udara, transportasi kereta api hingga sebagian di bidang kehutanan dikuasai oleh negara melalui perusahaan milik negara, ini bukan cara-cara kapitalis tapi sebaliknya musuh kapitalisme. 

Pada sistem ekonomi kapitalis hasilnya terdapat kesenjangan ekonomi yang jauh dan dalam antara pihak kaum bermodal (pengusaha) dengan kaum pekerja (buruh).
Jadi memang sangat wajar terjadi bila kaum bermodal kehidupan ekonominya menjulang daripada kaum upahan yang jadi buruhnya.

Endonesa menurut saya memang lebih cocok menggunakan sistem ekonomi banci ini; kapitalis murni tidak sosialis komunis juga bukan. Hanya saja jika ingin naik kelas atau peringkat ekonomi; rajin berkerja, rajin menabung untuk modal usaha, dianjurkan kerja keras dan cerdas jika tidak bisa kerja cerdas saja, hehehe......
Manfaatkan tiap celah dan kesempatan agar jalan menuju naik kelas dan peringkat bisa mulus, siapa tahu beberapa tahun ke depan anda bisa berada di jajaran para pengusaha meski cuma sekelas pengusaha lokal.

Saran saya jangan pernah benci pengusaha, karena mereka lah yang banyak menciptakan lowongan, kesempatan dan lapangan kerja. Pengusaha di negeri ini juga lebih banyak punya kesempatan beralih jadi penguasa daripada kaum kere biar tinggi pun pendidikannya. Memang ada orang kere bisa meraih pendidikan tinggi, belum dengar saya, hehehe....... 

Para pengusaha itu dimuliakan saja seperti kita memuliakan para orang mulia supaya kita dapat berkahnya, berkah kecipratan jadi kaya raya juga jangan kaya kere, kaya kera, apalagi kaya orang gila, hahaha......
Jika anda tak punya kesempatan karena memang takdirnya tak jadi pengusaha, cukuplah berkawan dengan pengusaha yang setidaknya memperhatikan anda sebagai kawannya, hehehe...... 

Sekali lagi mikir, jangan benci pengusaha ya apalagi pengusaha tambang dan kebun yang banyak di daerah kita ini, eng ing eng........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.