Peracun eh Pelacur Gitu Loh - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 04 November 2017

Peracun eh Pelacur Gitu Loh

Ini cerita soal prostitusi atau pelacuran yang konon di daerah saya sudah ada dan buka sejak daerah saya masih sebagai Desa kecil. Entah siapa yang membuka lokasi prostitusi itu, namun yang disuruh nutup malah orang yang bukan membukanya, hebat euy......

Lokasi prostitusi itu letaknya belasan kilometer dari desa saya, jalannya berbatu tidak mulus, melewati hutan karet pula, gelap, serem namun akhirnya menyenangkan, hehehe......
Jauh dari pemukiman warga biar teriak kencang pun paling-paling monyet yang terganggu. Pokoknya konon menurut temubual di kedai-kedai kopi; mereka yang kini sudah berstatus bos-bos nyaris semua pernah berkunjung kesana sebelum mereka banting stir ke Alexis, hebat kan, hahaha.......

Para pelayan cinta sekejap itu tak pernah mengganggu orang kampung namun malah orang kampung yang sok terganggu saja yang merasa terganggu oleh keberadaan mereka. Bikin rusak kampung lah, berbuat maksiat lah, apalah apalah gitulah dan nganu. Padahal mereka yang merasa terganggu itu tak pernah sekejap pun memikirkan nasib mereka jika tak punya beras, tak ada duit untuk mengirimi anak-anak mereka di kampung, ngenes ah......

"Maar dorang samua itcu beking rusak kampong, su bajao dorang samua," ujar Marten asal Kawanua yang merantau ke desa saya sebagai pendulang emas.
Adoh kaseang.....mereka nda ganggu kita toh malah biking kita dapa senang, bela Daeng yang sehari-hari kerja nelayan.

Wuidih.....tega nian orang-orang yang mikirnya dunia mesti kayak sorga, semua mesti seperti malaikat, bidadari dan bidadara. Para pelayan cinta sekejap itu kan juga manusia yang harus dimanusiakan; perlu pendekatan persuasif, perlu dicarikan solusi yang tepat agar mereka kembali ke jalan yang benar.

"Gitu aja kok repot, masing-masing aja dinikahi untuk istri muda."
Hahaha.......solusi tepat bagi para moralis yang ingin dunia ini homogen oleh orang-orang baik.
Saya kok jadi ngelantur gini ya kalau bicara soal prostitusi kayak pakarnya saja, hahaha.......

Ayo para moralis, ada solusi tidak agar para pelayan cinta sekejap itu sirna dari muka bumi ini ? Misalnya dikirim ke planet lain; ke Mars, ke Pluto, atau ke planet Senen dan planet Hollywood ?

Ah sudahlah, nanti dikira saya memang pakar prostitusi, atau pro prostitusi yang sudah dapat sertifikat kompetensi masuk neraka. Yang jelas menurut seorang jiran saya; prostitusi itu adalah profesi tertua umat manusia, hilang satu tumbuh seribu, haram manyarah waja sampai ka puting, hahaha......

Yang ngenes lagi adalah munculnya prostitusi yang pelakunya para LGBT, gay, homo dan kolega sejenisnya. Ngeri membayangkannya sodara-sodara; badan six packs, tampilan kemayu dan melambai sedang beradu pedang, hih najis lu ! Mending ditutup aja ni tulisan, tabu, pamali, karena ngomongin urusan lendir orang, hahaha.......ciao.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.