Miras, Minuman Penyakit Masyarakat atau Masyarakat Sakit ? - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 04 November 2017

Miras, Minuman Penyakit Masyarakat atau Masyarakat Sakit ?

Miras atau akronim dari minuman keras, selalu dianggap sebagai biang kemaksiatan, pemicu tindak kriminal, dan pemicu lainnya perbuatan tidak baik atau munkar, dan berbahaya bagi kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

Baiklah kalau begitu, saya tidak bicara Miras dalam konteks semua yang saya sebutkan diatas, tapi dalam konteks lain sebagai apologi atau pembelaan jika tak ingin dikatakan sebagai suatu pembenaran bagi konsumen Miras itu sendiri.

"Jika ingin panjang umur minumlah alkohol secara rutin setiap hari."

Courtesy : beritasatu
Itu seperti pernah dikatakan oleh seorang teman yang jika dirunut silsilahnya dipastikan ketemu dengan Kaisar Shih Huang Tie penggagas bangunan tembok besar (great wall) di negerinya para Shaolin.

Saya terperangah mendengar ucapannya itu antara fakta dan hoax, karena tanpa dalil pasti terkecuali dia katakan; buktinya saya ini, hehehe.......

Apakah Miras berbahaya bagi kesehatan ? Jawabannya pasti beragam tergantung pro dan kontra. Dari yang pernah saya baca; bir putih berkhasiat sebagai pencegah penyakit rapuh tulang atau osteoporosis, sedangkan bir hitam berkhasiat sebagai obat maag atau lambung, jika dikonsumsi sesuai aturan tentunya.

Itu baru jenis bir, tak taulah awak jika jenis lain seperti tuak lokal, cap tikus, wiski, vodka, tekila, ataupun oplosan alkohol cap gajah dicampur obat nyamuk jel ataupun energi drink, mungkin rambut yang minum bisa berubah tegak lurus, hahaha......

Repotnya pula urusan Miras ini dianggap Pekat atau penyakit masyarakat. Bingung pula awak ni dari mana itu virus bisa menjangkiti masyarakat dan klinik serta rumah sakitnya dimana untuk berobat.

Satpol PP dan Polisi akan terangkat naik daun telinganya jika dengar kata Miras minus Santi dan Ika, hehehe.......bawaan mereka ingin menggaruk siapa yang jual dan minum Miras.

Aduh mama sayang e, tak perlu kalian semua repot-repot urus itu Miras. Tutup saja de pu pabrik, selesai, Miras hilang dari peredaran.
Tapi kiyapa ngoni samua nyanda tutu itu pabrik Miras deng cap tikus ? Tuangale.....ngoni samua tako, nyanda berani jo tre.

Jelas sangat realistis jika semua pabrik Miras di seantero negeri ini ditutup. Jangan ada alasan Miras diperuntukkan bagi Non Muslim tapi yang justru lebih banyak mengonsumsinya malah yang di KTP-nya tertera Muslim, beragama Islam.
Trus kiyapa kalu dorang bule-bule turis mo minong bamo selama visit di Indonesia ? Gampang jo itu, suru dorang bawa minong sandiri.

Apa Pemerintah berani tutup semua pabrik Miras di negeri ini ? Pasti berani. Kumpulkan seluruh Pemerintah Daerah agar voting menolak dan menutup pabrik Miras, dipastikan mayoritas setuju terkecuali mungkin beberapa daerah yang memang memiliki tradisi minum Miras.

Apakah setelah semua pabrik Miras ditutup masalah selesai ? Dan semua masyarakat yang terkena penyakit Miras menjadi baik-baik rajin ke majelis taklim, rutin ke mushala dan mesjid, kesana kemari bawa kitab suci ? Belum tentu.

Pepatah bilang; selalu ada jalan jika pintu depan tertutup, bisa lewat pintu belakang dan beberapa jendela atau mungkin ventilasi udara.

Para penggila Miras akan berkreasi dengan berbagai percobaan dan inovasi mereka yang penting bisa minum dan mabuk-mabukan apapun risiko dan akibatnya termasuk masuk kubur sebelum waktunya, hahaha......
Saya beri sedikit resep jika suatu saat sulit mencari Miras. Ini resepnya; bahan-bahannya mudah dibeli di toko kelontong dan Sembako yakni spiritus, minuman bersoda, dioplos dengan perbandingan 1 bagian spiritus plus 2 bagian minuman bersoda, bisa dicampur es batu dimasukkan ke shaker yang biasa digunakan para Barista dan Bartender, hidangkan di gelas besar dengan potongan jeruk nipis di tepi gelas, tralala......Miras made in dhewek bisa dinikmati dengan cemilan gorengan jengkol atau petai plus sambal balado ala Padang Resto, selamat mencoba, lupakan rasa takut terhadap Malaikat Maut apalagi cuma Polisi dan Satpol PP, hahaha.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.