Damainya Natal - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 25 Desember 2017

Damainya Natal

Hari ini Natal di daerahku, di daerah yang mayoritas warganya pemeluk agama Islam. Aman, damai, lancar, beginilah gambaran kondisi yang kulihat di semua gereja yang terdapat di daerahku meski cuma malam Natal tahun ini aku tak memasuki gereja. Why? Apa aku ga ikut Natalan? Jelas engga karena aku bukan pemeluk Kristiani. Keperluanku memasuki gereja biasanya hanya untuk liputan pemberitaan tak lebih dari itu, hehehe.....

Di daerahku cuma para petugas kepolisian dibantu beberapa tentara yang berjaga di gereja saat kebaktian atau misa Natal, itupun tak seberapa banyak. Tak perlu anggota Banser maupun Kokam ataupun anggota Ormas yang ikut berjaga, dijamin aman kok. Warga Muslim di daerahku tak usah lagi diajari soal toleransi, sudah sangat dan terlampau tinggi toleransinya bahkan mengalahkan tingginya menara BTS milik Telkomsel, hehehe......

Apa iya begitu? Suer deh memang begitu adanya. Warga kami tak mudah terpancing oleh hal-hal yang bernuansa radikalisme berkedok agama. Ini dikarenakan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Pemerintah bahu membahu dalam melakukan edukasi terkait toleransi serta mengantisipasi berbagai paham yang dapat merusak kesatuan dan persatuan berbangsa.

Soal haram mengucapkan selamat Natal bagi yang beragama Islam ke para pengikut Kristiani, sudah lewat men...warga kami sudah paham dan mengerti kok. Lha selamat Natal itu kan diucapkan atas kelahiran Yesus Kristus yang diyakini para pengikutnya sebagai Juru Selamat, Messiah yang membawa terang bagi dunia. Sedangkan Yesus Kristus itu diantara umat Muslim ada yang meyakini sebagai Nabi atau Rasul Isa Alaihissalan; Isa ibn Maryam, yang jika tak meyakininya sebagai Utusan Allah maka belum sempurna imannya.
Wong kita itu sudah biasa kok mengucapkan selamat hari kelahiran atau selamat ulang tahun happy birthday ke anggota keluarga, kerabat, sanak pamili dan sahabat, masa sih dilarang ngucapinnya ke seorang Utusan Allah, logikanya dimana? Hiks.......

Terus memangnya tanggal 25 Desember itu hari lahirnya Nabi Isa AS? Yah terserah kalau mau dikatakan begitu, jika bukan tanggal itu pun ga apa-apa toh, esensinya bukan tanggal berapa tapi kelahirannya ke dunia ini, hehehe........
Masalah tanggal lahir aja bisa membuat kita demo berjilid-jilid dan pakai sandi angka kayak punya Wiro Sableng nantinya, bikin kerjaan saja, hahaha.......yang penting itu kan lahir alias mbrojol ke dunia. Lha faktanya umat Kristiani saja tak semua merayakan Natal di tanggal 25 Desember kok. Para pengikut gereja Katholik Koptik di Mesir yang menggunakan liturgi dalam bahasa Arab, mereka merayakan Natal pada tanggal 7 Januari, sedangkan para pengikut Kristen Advent malah ga Natalan karena menurut penapsiran mereka tak ada diperintahkan dalam Alkitab Bibel.

Sok tau sampeyan iki koyoke ahli sejarah wae. Wuidih segitunya nanggapi, saya kan cuma berusaha jelasin semampu dan setahu saya opo salah? Hehehe......
Yo wis lah mengko dianggep salah, oke you win, saya mabur.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.