Zairullah Azhar Calon Bupati di Kotabaru, Why Not ? - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 20 Juni 2019

Zairullah Azhar Calon Bupati di Kotabaru, Why Not ?

Mulai ramai isu bursa calon bupati untuk Kotabaru terutama di media dan jejaring sosial. Satu diantara calon bupati yang diisukan adalah Zairullah Azhar, Mantan Bupati Tanah Bumbu yang terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu tahun 2019 ini.

Siapa yang tak kenal sosok Zairullah Azhar, seorang Dokter yang lebih mumpuni sebagai Birokrat dan Politisi ketimbang memeriksa dan mengobati pasien. Di kawasan Kalsel terutama di Tanah Bumbu dan Kotabaru nama Zairullah Azhar adalah nama beken dan punya kharisma tersendiri sebagai figur.


Beliau sempat jadi Calon Gubernur 2 kali dan 2 kali kalah. Beliau kalah bukan karena tak piawai berpolitik tapi disebabkan politik identitas kesukuan yang tak dapat ditawar-tawar, karena beliau berasal dari kedua orangtua yang beretnis Bugis, maka wajib menerima konsekuensi dari jargon Etnis Banjar yakni 'jangan rumput mengalahkan banua'.

Bukan saya sedang memunculkan SARA, tapi inilah fakta yang aktual terjadi. Kalsel yang nota bene dihuni Etnis Banjar dari 3 dialek; Kuala, Pahuluan dan Batang Banyu memiliki karakteristiknya sendiri. Dan ingat Kalsel tak dapat disamakan dengan Sumatera Utara yang meski Etnis Batak dikenal 'keras' pada prinsip namun disana masih bisa Gubernurnya berasal dari etnis luar.

Tapi itu urusan terkait Gubernur tentu tak sama dengan urusan Calon Bupati di kawasan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu yang tak se-zakelick urusan Calon Gubernur. Nyatanya Zairullah Azhar dan Mardani H. Maming tetap dipilih sebagai bupati di 'Tanah Banjar', begitupun kalau benar nanti jadi calon di Kotabaru, asalkan tidak calon di kawasan kabupaten di Banua Anam; Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Zairullah Azhar pernah jadi Bupati 2 periode ? Benar.
Periode pertama awal Tanah Bumbu terbentuk Zairullah Azhar ditunjuk (bukan dipilih lho ya) oleh Menteri Dalam Negeri pada waktu itu, Hari Sabarno. Karena kewenangan yang nyaris sama dijalankan oleh Zairullah Azhar dengan Bupati Definitif, maka status Penjabat pun disamakan dengan Definitif dan dihitung jadi 1 periode. 

Kemudian setelah usai masa jabatannya Zairullah Azhar berpasangan dengan Abdul Hakim mencalonkan sebagai Bupati Tanah Bumbu dan terpilih untuk periode 2005-2010, selanjutnya adalah masa Mardani H. Maming dan Difriadi Darjat dan Mardani H. Maming dan H. Sudian Noor yang dilanjutkan oleh H. Sudian Noor dan Ready Kambo.

Bolehkah Zairullah Azhar kembali mencalon jadi Bupati ? Boleh saja, ini yang penulis ketahui, karena yang tak boleh itu adalah 3 periode berturut-turut. Jika setelah 2 periode berhenti dan terdapat tenggang waktu yang diisi oleh Bupati lain, maka boleh saja mencalonkan kembali di kabupaten yang sama, dan apalagi di kabupaten lain.
Soal peluang apakah nanti akan dipilih oleh masyarakatnya, itu semua tergantung pilihan dan 5 M; Massa, Media, Miltary, Money dan Management. 

Oke silakan berasumsi dan membahasnya masing-masing ataupun berkelompok. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.