Orang Baik Pilih 'Orang Baik' - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 07 Oktober 2019

Orang Baik Pilih 'Orang Baik'


Seseorang biasanya memiliki kecenderungan terhadap orang lain yang dianggapnya mewakili keinginannya, sifat dan sikapnya.

Ada yang berkata, orang baik pilih orang baik, ini jargon yang sepintas memang benar dan dipastikan benar, tapi jangan senang dulu memastikannya benar kalau tidak kita kupas dulu berdasarkan fakta dengan melihat banyak sisi yang terjadi di kehidupan nyata.
'Orang baik' ini relatif dan tergantung dari sisi mana dan sudut pandang siapa, dipastikan akan bermakna bias.

Contoh saja, ada seseorang yang rajin ibadah, bertutur kata sopan dan santun serta perilaku yang menyenangkan, ia akan dikatakan sebagai 'orang baik' oleh mereka yang memang punya penilaian sama, tapi ia akan menjadi orang yang dianggap 'tidak baik' oleh mereka yang suka ke klub malam, yang senang hura-hura dan berbuat maksiat.

"Dia bukan orang baik bagi kita karena bukan termasuk golongan kita yang mau mengikuti pola kehidupan kita."

Orang yang cenderung pemalas dan senang dapat bantuan secara terus menerus alias subsidi tanpa mau usaha sendiri akan cenderung memilih orang yang dianggap mewakili dirinya dan memiliki tabiat dan sifat yang sama.

Sementara orang yang senang dengan perilaku mengarah ke tindak kekerasan dan bersikap otoriter dipastikan akan memilih orang yang setara dengannya.

Jadi perkara nilai baik dan tidak baik adalah sesuatu yang bersifat absurd dan kembali kepada masing-masing individu berdasarkan tolok ukur yang berbeda. Kalau di pihak lain menyatakan bahwa malaikat itu simbol kebaikan, maka bukan hal mustahil pihak lainnya menyatakan iblis lah yang baik buat mereka. Kalau standard bakunya adalah yang baik itu yang merugikan dan menyusahkan pihak manapun, maka inilah tolok ukur ideal bagi siapapun. 'Orang baik pilih orang baik', dalam tanda kutip. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.