Tanah Bumbu Usia 17 Tanpa Perayaan Tanpa Pesta Pantai - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 09 April 2020

Tanah Bumbu Usia 17 Tanpa Perayaan Tanpa Pesta Pantai


Seharusnya seminggu yang lalu Pagatan ibukota Kecamatan Kusan Hilir ini sudah ramai oleh banyak orang berdatang dari berbagai daerah, terutama di kawasan dekat pantai sekitar area dimana terdapat lapangan sepakbola 7 Pebruari. Namun menjelang sore ini kawasan tersebut lengang dengan beberapa warga setempat yang berjalan kaki, bersepeda maupun bersepeda motor.

Jalan masuk ke Pantai Pagatan dimana terdapat panggung utama tempat biasa acara rangkaian pesta laut mappanre ri tasi ditutup dengan tulisan berupa spanduk. 
Kawasan yang semestinya ramai setiap tahunnya di bulan April sejak masih bergabung dengan Kabupaten Kotabaru ini; di tahun ini harus menerima kesepiannya karena kondisi darurat pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Tahun 2020 ini tak ada pesta laut, pestanya para nelayan, pun dengan nama lain mappanre ri tasi. Padahal warga setempat sudah bersiap kembali seperti tahun-tahun sebelumnya mengais rejeki, ikut berjualan di area pesta pantai.

Event pariwisata tahunan yang jadi unggulan Kabupaten Tanah Bumbu ini pun harus tunduk atas kondisi darurat COVID-19 yang mana virus corona bisa menyerang setiap saat kepada siapa saja yang memang rentan ia serang.

Sejarah di kemudian hari akan mencatat di tahun 2020 merupakan tahun dimana tak ada pesta pantai mappanre ri tasi, pun tak ada perayaan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu yang di usianya memasuki sweet seventeen alias 17 tahun.

Dirgahayu Kabupaten Tanah Bumbu ke 17, ibarat manusia engkau adalah temaja dan akan terus beranjak menjadi dewasa. Maafkan kami tak dapat merayakan hari sweet seventeen-mu. Bukan kami takut dan takluk oleh COVID-19, tapi kami berhati-hati dan bertawakkal mencari upaya dan usaha agar pandemi virus tersebut cepat berlalu, karena kami bukanlah orang-orang yang pasrah menerima nasib berdalih takdir apalagi sampai bersikap dungu meratapi ketidakberdayaan. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.