SELAMAT DATANG DAN BERKUNJUNG DI ISP 68 BLOG
Visioner, Saya Ingin Anak Saya Lebih Baik - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

TONTON CERAMAH USTAD KHALID BASALAMAH DISINI

Minggu, 20 Desember 2020

Visioner, Saya Ingin Anak Saya Lebih Baik

Tiap orangtua pasti menghendaki anaknya melebihi dirinya dalam segala yang terkait dengan pencapaian tak terkecuali kualitas hidup yang lebih baik.

Seorang prajurit berpangkat Kopral paling tidak menghendaki anaknya berpangkat Sersan kalau menjadi prajurit pula. Seorang pedagang kaki lima menghendaki anaknya paling tidak menjadi pedagang yang memiliki kios bahkan toko. Ini manusiawi, sifat manusia yang visioner dan inovatif.

Suatu hari saat saya masih kelas 2 SMP di tahun 1980-an, saya pulang membawa raport hasil ulang semester ganjil yang kemudian diperiksa oleh ayah saya. Pada nilai Bahasa Inggris saya mendapat angka 4, satu-satunya nilai mata pelajaran di raport saya yang warnanya berbeda yakni merah.

"Kamu harus memperbaiki nilai itu di semester genap. Bahasa Inggris itu sangat penting karena itu bahasa dunia; bahasa yang digunakan tidak saja untuk berkomunikasi tapi juga pengantar berbagai ilmu pengetahuan," ujar ayah saya, beliau tidak marah cuma mengingatkan.

Oh ya.
Saya sempat bingung harus memulai belajar bahasa Inggris dari mana, karena kala itu satu-satunya kalau ingin belajar bahasa Inggris itu cuma ke guru. Belum ada tempat kursus, lagi pula kalau pun ada; keuangan keluarga kami tak akan sanggup menyisihkan uang untuk bayar kursus karena bukan saya saja yang dibiayai masih ada 4 adik saya.

Ada kemauan, ada saja jalannya.
Saya memanfaatkan radio butut yang usianya kurang lebih sama dengan adik saya nomor 3. Saya mulai membiasakan diri memutar saluran pelajaran Bahasa Inggris di Radio Australia (Australian Broadcasting Corporation), Suara Amerika (Voice of America) dan Radio Inggris (British Broadcasting Corporation). Disamping itu saya pun belajar tata bahasa (grammar) kepada seorang teman yang tergolong jago di mata pelajaran Bahasa Inggris.

Usaha tak pernah mengkhianati hasil.
Pada semester genap saya berhasil naik ke kelas 3 SMP dengan nilai Bahasa Inggris 8. Dan di mata pelajaran yang banyak dihindari para teman ini saya sudah dianggap jago ketika di SMA.

"Saya sebagai Ketua Umum HIPMI sering mendampingi pak Presiden untuk bertemu investor dari mancanegara. Karena saya tak paham Bahasa Inggris, maka saya didampingi penerjemah. Saya tak ingin anak saya seperti saya, oleh sebab itu anak-anak saya sekolahkan di Singapura agar Bahasa Inggris mereka bagus," ujar Mardani H. Maming, sahabat saya yang sangat beruntung dan merupakan Mantan Bupati saya di Tanah Bumbu yang kini adalah Ketua Umum Badan Penguru Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI).

Pikiran seorang Mardani yang sangat visioner dan patut diacungi jempol serta ditiru oleh para orangtua yang memiliki cukup finasial. Salut.
Cukup sekian, semoga tulisan ini memotivasi pembacanya agar tak pernah menyerah meski kegagalan datang bertubi. (20/12/20)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.