Bahasa Banjar di Wikipedia - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 18 Maret 2014

Bahasa Banjar di Wikipedia

Di tengah banyaknya tulisan yang mengetengahkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, serta wacana meng-internasional-kan bahasa tersebut, saya tetap tertarik pada pelestarian dan pengembangan bahasa ibu (mother tounge) yang digunakan di daerah saya, yakni bahasa Banjar yang digunakan mayoritas penduduk wilayah Propinsi Kalimantan Selatan.

Jika dibandingkan dengan penggunaan bahasa Jawa yang penuturnya sekitar 80 juta jiwa, bahasa Sunda (34 juta), bahasa Madura (14 juta), bahasa Betawi (2,7 juta), bahasa Manado (850 ribu), bahasa Melayu (200 juta - 300 juta), maka penutur bahasa Banjar sekitar 5,9 juta jiwa, lebih banyak daripada penutur bahasa Betawi dan Manado.

Pengguna atau penutur bahasa Banjar tak hanya berada dan tinggal di wilayah propinsi Kalimantan Selatan, tapi juga menyebar di beberapa propinsi di Indonesia; Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, ada juga di Kalimantan Barat, Riau (terutama di Indragiri Hilir), bahkan di negara jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.

Keberadaan bahasa Banjar diluar wilayah Kalimantan Selatan itu mulanya dibawa oleh para penduduk dari etnis Banjar yang berpindah tempat oleh karena alasan-alasan tertentu seperti berdagang, merantau, serta menyelematkan diri dari peperangan ketika Perang Banjar berkecamuk di era penjajahan Belanda.

Dewasa ini penggunaan bahasa Banjar sudah terkontaminasi dengan bahasa-bahasa lain, terutama masuknya kosa kata bahasa Indonesia maupun kosa kata dari bahasa mancanegara yang di-Indonesia-kan. Para penutur bahasa Banjar di wilayah perkotaan, tak lagi menggunakan bahasa Banjar baku, tapi sudah bersifat bahasa campuran. Selain itu kedatangan etnis lain ke wilayah Kalimantan Selatan atau Tanah Banjar untuk berbagai tujuan dan menetap, turut menambah rusaknya bahasa Banjar, ditambah tayangan media audio visual (televisi) yang bahasanya ditiru oleh kaum muda dari etnis Banjar, maka semakin menambah parah kondisi bahasa Banjar.

Sebagai keturunan “urang Banjar” yang juga bermukim di Tanah Banjar, saya tetap memiliki keinginan kuat agar bahasa ibu saya ini tetap lestari, bahkan bila memungkinkan menjadi berkembang dan bertambah banyak penuturnya. Bagi saya bahasa Banjar merupakan bahasa utama, setelah itu barulah bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia. Menuturkan bahasa Banjar dengan baik dan benar merupakan kebanggaan tak terhingga bagi saya, meski saya juga menguasai beberapa bahasa daerah/etnis lainnya. Dan tak kalah bangganya pula, situs semacam Wikipedia menjadikan bahasa Banjar sebagai salah satu pilihan bahasa diantara banyak bahasa di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.