Mengikuti Jejak Para Sahabat - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 01 Maret 2014

Mengikuti Jejak Para Sahabat

Sebelum Rasulullah Muhammad SAW wafat, Beliau sempat berkata, “sepeninggalku umat Yahudi dan Nasrani akan terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, diantaranya 73 golongan itu hanya 1 golongan yang termasuk umatku.”

Para sahabat pun bertanya akan siapakah 1 golongan yang dimaksud Rasulullah SAW tersebut. Beliau menjawab, 1 golongan yang termasuk umat Islam itu adalah, yang berpegang pada Kitabullah Al Qur’an dan Hadits, serta MENGIKUT JEJAK PARA SAHABAT.

foto : undomiel84.wordpress.com

Sengaja saya ketik menggunakan huruf kapital disini untuk lebih mengingatkan, MENGIKUT JEJAK PARA SAHABAT.

Lalu apakah kita semua yang mengaku Muslim sudah menjalankan dan mematuhi perkataan, atau lebih tepatnya wasiat Rasulullah SAW tersebut ?

2 poin ; berpegang pada Kitabullah dan Hadits, pasti sebagian besar umat Islam sudah melakukannya. Untuk 1 poin MENGIKUT JEJAK PARA SAHABAT, kemungkinan banyak yang belum.

Dengan tidak bermaksud menggurui sesama Muslim, saya hanya bertujuan mengingatkan, karena wajib hukumnya bagi tiap Muslim untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan.

Ingatlah setelah wafatnya Rasulullah dimana terdapat umat yang mengaku muslim tapi mereka tak mau membayar zakat. Kemudian terdapat yang mengaku nabi, yaitu Musailamah Al Kazzab dan Al aswad Al Ansi, mereka ini pun melengkapi dirinya dengan kitab suci yang mereka klaim sebagai kalam Allah berupa wahyu yang langsung mereka terima dari Allah.

Abubakar As Shidieq yang dibai’at umat Islam untuk menjadi khalifah kala itu bertindak dengan memerangi mereka yang ingkar perintah zakat, serta memerangi para nabi palsu dan pengikutnya.

Saya dapat memastikan seandainya kala itu ada yang namanya HAM, sudah pasti Khlaifah Abubakar dicap sebagai seorang pemimpin barbar. Terlepas dari jabatannya sebagai seorang khalifah, Abubakar sebagai seorang Muslim yang taat terhadap agama dan junjungannya, maka mengambil tindakan ofensif untuk memurnikan ajaran Islam agar hal-hal sesat itu tak mengkontaminasi umat Islam lainnya.

Dan seandainya ketika era Abubakar itu sudah ada pun yang namanya HAM, saya pastikan Abubakar tidak akan mau tahu dan peduli apa itu HAM, beliau akan tetap dan terus memerangi mereka yang telah menodai ajaran Islam.

Khalifah Abubakar hanya kenal bahwa perbuatan ingkar bayar zakat, dan mengaku sebagai nabi itu adalah perbuatan MUNKAR yang wajib dicegah. Dalam mencegah perbuatan munkar itu dalam Islam ada tingkat tindakan yang berhubungan dengan keimanan seseorang ; “bila kamu melihat perbuatan munkar di depan matamu, maka cegahlah dengan tanganmu (kekuatan), jika tak mampu maka cegahlah dengan lisan (perkataan), bila dengan perkataan pun tak bisa dicegah, maka dengan hati yang tak menyetujui perbuatan munkar itu, dan itulah selemah-lemah iman.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.