Bernyanyilah, Kami Cuma Pendengar - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 06 Maret 2014

Bernyanyilah, Kami Cuma Pendengar

Menyaksikan tayangan Deluxe Symponi malam ini di Metro TV, terasa flash back ke masa-masa kejayaan para penyanyi Indonesia yang benar-benar berkualitas.

Sangat berbeda dengan kebanyakan para penyanyi kini yang bermodalkan tampang; cantik dan ganteng tanpa didukung kemampuan olah vokal yang mumpuni. Para penyanyi yang model begini pun kebanyakan cuma numpang lewat untuk beberapa waktu, kemudian hilang dari peredaran alias digilas oleh kemunculan para penyanyi baru lainnya yang kualitasnya kebanyakan juga tak bagus-bagus amat.

Sangat berbeda tentunya dengan para penyanyi Indonesia di era sebelum tahun 2000, dimana banyak yang berkualitas dan berkelas festival, sebut saja para vokalis Elfa’s Singer, Titi DJ, Ruth Sahanaya, AB Three, Krisdayanti, Vina Panduwinata, Mendiang Utha Likumahua, Java Jive, Anggun Cipta Sasmi, Heidi Yunus, dllnya.

Atau para penyanyi sebelumnya semisal Hetty Koes Endang, Mendiang Andi Meriam Matalatta, Grace Simon, Mendiang Chrisye, Rafika Duri, dllnya.
Lagu-lagu yang dibawakan oleh para penyanyi itu pun menjadi abadi, bahkan judul lagunya pun ada pula yang diabadikan menjadi julukan bagi penyanyinya, sebut saja Si Burung Camar untuk menyebut julukan penyanyi Vina Panduwinata. Lalu mendiang Andi Meriam Matalatta yang karena suara bagusnya sehingga dijuluki Mutiara Dari Selatan.

Penyanyi dan lagu-lagu sekarang bukan tak ada yang bagus dan berkualitas, banyak juga, sebut saja Afgan Syahreza, Vidi Aldiano, Rio Febrian, Rossa, Agnes Monica, tapi jarang bisa bertahan lama. Lagu-lagu yang mereka bawakan pun cuma dikenal dan dinyanyikan sebagian kecil masyarakat.

Ini sangat berbeda jika dibandingkan pada era-era sebelumnya, dimana banyak lagu-lagu yang meski para pencipta dan penyanyinya sudah meninggal, namun lagunya masih selalu enak didengar dan dinikmati.
Lagu-lagu dari The Favorites, The Mercy’s, Panbers, D’Lloyd, Koes Plus, atau jika lagu-lagu berirama melayu dan dangdut, maka lagu-lagunya Mendiang Mashabi dan Rhoma Irama dengan Soneta Grup-nya, masih tetap diminati oleh para penikmat musik, dan dinyanyikan pula tentunya.

Tayangan orchestra yang dikomandoi Komposer Andi Rianto ini menampilkan para penyanyi Indonesia yang diketahui dan dikenal berkualitas seperti, Yuni Shara, Vina Panduwinata, Mario Ginanjar, juga menampilkan seorang penyanyi remaja putri berbakat bernama Zahra yang sudah menyanyi sejak usia 5,5 tahun. Selain vokalnya yang bagus dan jernih, Zahra pun juga telah menciptakan beberapa lagu.
Lalu ada pula penampilan penyanyi remaja lainnya, Matthew Sayers yang membawakan lagu ciptaan Glen Fredly yang diaransemen khusus oleh Andi Rianto.
Menikmati tayangan musik dengan para penyanyi berkualitas merupakan kesan tersendiri, cukup memuaskan, daripada menyaksikan dan mendengarkan lagu ‘Iwak Peyek’, Alamat Palsu dan palsu-palsuan lainnya.

Ini soal rasa dan selera tentunya. Siapa saja punya hak atas kupingnya masing-masing untuk memilih mendengarkan lagu apa saja dan berirama apa saja, silakan dinikmati. Bernyanyilah hai para penyanyi Indonesia, kami cuma mendengarkan dan penikmat saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.