Dunia Maya, Dunia Nyata - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 02 Maret 2014

Dunia Maya, Dunia Nyata

Andaikan saya diperlakukan seperti Prita Mulyasari oleh rumah sakit, saya tidak akan menulis keluh kesah saya di dunia maya, tapi saya akan menuliskannya di atas air.
Begitupun jika saya seperti Luna Maya yang diperlakukan tidak mengenakkan oleh pekerja infotainment, saya akan menulis sumpah serapah saya di atas permukaan pasir laut yang sebentar kemudian tersaput ombak.

Dunia maya tidak aman, sama tidak amannya dengan dunianya si Maya (Luna). Ada pembatasan dan pembelengguan berekspresi, kebebasan cuma jadi pernak pernik untuk menarik simpati sesaat, jadi alat politik seolah para Penguasa sama kehendak bebasnya dengan rakyat jelata.
Saya akan menuliskan keluh kesah dan luapan emosi, sumpah serapah dengan bahasa yang saya buat dan saya mengerti sendiri bersama Tuhan.

Saya tidak akan cerita kepada burung, atau binatang lainnya, karena sudah banyak manusia yang lebih mengerti bahasa binatang ketimbang binatang itu sendiri.
Ah, betapa sulitnya dunia maya, juga dunianya Luna Maya.

Dunia maya, ia bukan saja milik Luna Maya, suku Indian Maya, atau yang punya embel-embel maya lainnya, namun milik secara universal, lebih sulit lagi dunia nyata, dunia Prita, dunia kita semua.
Hari ini bukan cuma mulutmu yang dapat menjadi harimaumu, tapi jari tangan pun dapat berubah menjadi kuku, cakar dan sekaligus taring harimau. Maka mulai kini kita mesti menjaga mulut dan tangan, bilamana perlu seluruh anggota badan agar jangan berubah menjadi monster yang menakutkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.