Indonesia Sorga Bagi Kerupuk - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 06 Maret 2014

Indonesia Sorga Bagi Kerupuk

foto : wikipedia
Saat saya berkunjung dan menetap beberapa hari di Pekanbaru beberapa waktu lalu, beberapa kali saya pesan makanan, selalu tak ketinggalan disertai kerupuk. Beberapa rumah makan yang saya kunjungi pun, selalu tampak menyediakan kerupuk. Begitupun saat saya melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, lagi-lagi makanan yang saya pesan disertai kerupuk.
Kerupuk, lagi-lagi kerupuk, dimana-mana kerupuk.

Makanan ringan ini sangat akrab dengan menu makanan orang Indonesia, tak cuma di pulau Jawa, tapi sudah di seluruh Indonesia, kerupuk sudah “go public” secara nasional.

Di daerah saya, di salah satu wilayah di Kalimantan, pada dua dekade lalu warga kami tak akrab dengan kerupuk sebagai teman makan nasi. Tapi kini sudah sangat akrab seperti halnya warga etnis Jawa yang memang diketahui hampir tak pernah ketinggalan kerupuk bila makan nasi. Padahal di daerah saya terdapat sejenis kerupuk yang khas, bentuknya bulat panjang, rasanya mirip atau sama dengan kerupuk, namanya “amplang”, tapi tetap kalah pamor oleh kerupuk.

amplang
Lagi-lagi kerupuk, Indonesia tampaknya surga bagi kerupuk.
Kerupuk, bentuknya kebanyakan bundar, beraneka warna, yang membedakannya satu sama lain adalah bahan baku campurannya. Kerupuk ada yang bahan bakunya dari ikan, udang, kulit hewan, ubi kayu, dllnya.
Kerupuk, fisiknya sangat rapuh, bila dimakan bunyinya kriuk kriuk bila beradu dengan gigi bawah dan atas.
Kerupuk, karena fisiknya yang rapuh, sehingga mereka yang mentalnya lemah diibaratkan dengan mental kerupuk.
Kerupuk, bentuknya dari yang paling kecil seperti kepingan uang logam, sampai yang besarnya seperti tampah untuk orang menampi beras.
Kerupuk, hargamya terjangkau. Bila uang Rp 1 milyar semua dibelikan kerupuk, bayangkan berapa kontainer yang didapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.