Kehendak Tuhan - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 02 Maret 2014

Kehendak Tuhan

Ada 3 orang bersaudara yang diturunkan Tuhan ke dunia dengan karakter dan nasib berbeda.
Si Sulung diberi karakter dengan penuh kebaikan selama hidupnya. Si Tengah membawa karakter yang kontradiktif, berbuat berbagai kejahatan selama hidupnya. Sedangkan Si Bungsu meninggal ketika masih anak-anak.


Pada hari perhitungan dan pembalasan, Tuhan Sang Penguasa Agung mengganjar Si Sulung dengan hadiah surga yang berkelas VIP, karena berbuat banyak kebaikan selama hidupnya.
Si Tengah yang selama hidupnya berbuat berbagai kejahatan, Tuhan mengganjarnya dengan hukuman neraka yang paling seram.
Sedangkan Si Bungsu, ia dimatikan ketika masih anak-anak, belum mengerti apapun, tak dihitung segala kategoti perbuatannya, Tuhan menghadiahinya surga tanpa kelas.


Selesai, belum selesai. Keputusan Tuhan terhadap 3 bersaudara itu menuai protes dari 2 orang, yaitu Si Tengah dan Si Bungsu.
Si Bungsu yang mendapat hadiah surga dengan cuma-cuma, protes. “Ya Tuhan, kenapa saya tidak dipanjangkan umur seperti kakak saya Si Sulung, sehingga saya dapat berbuat seperti Si Sulung bahkan lebih, dan saya juga bisa mendapatkan surga yang berkelas ?” Si Bungsu ajukan protes.


Si Tengah pun melakukan protes, “ya Tuhanku, aku juga ingin Kau beri hadiah surga meskipun itu hadiah hiburan. Kenapa aku tidak Engkau matikan sewaktu masih anak-anak saja ?”

Jawaban Tuhan atas kalimat protes diatas, saya tidak tahu. Yang saya rasakan dan dapat saya tangkap maknanya adalah, seorang manusia tak punya pilihan terkecuali menerima segala ketetapan Tuhan atas dirinya.
Tuhan memperlakukan makhluk-Nya menurut sekehendakNya, karena sesuai dengan keMaha berKehendak. Tuhan ibarat Dalang Tunggal, pemberi peran dan penentu ending masing-masing peran. Segala curriculum vitae makhluk sudah tersusun dan tertata rapi dalam perbendaharaan Tuhan, tak ada yang berubah.
Pertanyaannya adalah, bisakah kita melawan tiap kehendak-Nya yang telah ditulis dalam “Kitab Kehidupan” yang konon tersimpan di Singgasana Tuhan ? Siapakah yang dapat merubah warna yang telah ditentukan Tuhan ; putih, hitam, merah, kuning, hijau, biru maupun abu-abu ? Tentu tidak akan bisa.


Catatan seperti ini mungkin sudah pernah Anda baca. Ini hanya mengulang-ulang catatan sejenis yang pernah ada sebelumnya. Dan hanya sebagai bahan perenungan betapa kita ini tak mampu berbuat apa-apa terhadap Kehendak Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.