Sumpah Pocong; Saingan Sumpah Pemuda Dan Sumpah Palapa - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 28 Maret 2014

Sumpah Pocong; Saingan Sumpah Pemuda Dan Sumpah Palapa

“Tantang dia untuk sumpah pocong, berani nggak dia,” cetus seseorang yang dikenal sebagai publik figur di televisi.

Mendengar kata “pocong”, bayangan saya langsung mengarah ke film-film horor ala Indonesia. Pocong; hantu berkain kafan, berjalan melompat-lompat. Dan pikiran saya pun menyatakan; pocong adalah hantunya umat Islam. Sepengetahuan saya karena cuma umat Islam yang memakaikan kain kafan kepada mayat yang dikubur.

Sumpah pocong, entah sejak kapan muncul. Yang jelas di daerah saya tak ada istilah sumpah ini. Saya pastikan sumpah pocong ini berasal dari Pulau Jawa.
Sebagai seorang Muslim, saya tak pernah mendapat pengajaran dari guru-guru agama tentang sumpah pocong, yang ada adalah bersumpah dengan nama Allah sambil mengangkat Al Qur’an diatas kepala.


Sumpah pocong, sumpah yang aneh.

Sumpah ini saya kira baru muncul dan menjadi terkenal justru di era modern. Di era sebelumnya mungkin saja sudah ada, namun hanya dilakukan oleh segelintir orang di pelosok suatu daerah di Pulau Jawa. Jangan-jangan si pocong sewaktu hidupnya justru tak pernah dengar dan kenal sumpah pocong tersebut, hehehe………

Saya katakan aneh, karena sumpah pocong ini membawa-bawa nama pocong yang nota bene adalah sejenis hantu, setan, iblis.
Tujuan dari bawa-bawa nama “pocong” ini kemungkinan saja dapat menimbulkan efek kengerian terhadap seseorang yang dituding bersalah, sehingga bila berbohong akan mendapatkan dampaknya secara cepat (maunya penyokong sumpah pocong.
Lebih aneh lagi bila sumpah pocong dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sangat paham dan mengerti agama (Islam).


Tak menutup kemungkinan munculnya sumpah pocong karena ingin menyaingi sumpah serapah, sumpah palapa dan sumpah pemuda, hehehe……….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.