Tetanggaku Itu Kini Jadi Juragan Odong-odong - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Tetanggaku Itu Kini Jadi Juragan Odong-odong


Matahari sore hanya tampak semburat merahnya. Sebentar lagi azan magrib di surau terdekat pasti akan berkumandang.
Tetanggaku sedari tadi sudah mempersiapkan peralatan kerjanya untuk memanen uang nanti malam. Biasanya tetanggaku itu sudah akan berangkat dari rumahnya mencari lokasi yang cukup ramai untuk menempatkan peralatan kerjanya itu.


Menggelar odong-odong meraih simpati anak-anak.

Sudah beberapa tahun terakhir tetanggaku perantauan dari pulau jawa itu berprofesi sebagai pengusaha odong-odong yang ia lakukan sendiri.
Mulanya peralatan odong-odong berupa semacam gerobak yang diberi roda tiga semacam becak; diatasnya ditempatkan beberapa tempat duduk untuk anak-anak.


Cara kerja jenis odong-odong seperti itu; dikayuh seperti halnya mengayuh becak, sehingga bisa menggerakkan tempat-tempat duduk turun naik. Anak-anak yang berada diatas odong-odong pun bergerak ikut turun naik sambil diperdengarkan lagu-lagu yang sudah akrab di telinga mereka; lagu anak-anak tentunya.

Durasi gerakan turun naik odong-odong yang berpenumpang anak-anak kecil tersebut sama dengan durasi lagu yang diputar mengiringinya. Lagu selesai, si pengayuh odong-odong berhenti, yang punya anak pun membayar jasa mainan tersebut; lumayan 1 anak dikenakan tarif Rp 2 ribu. Peralatan odong-odong milik tetanggaku itu diperlengkapi dengan 5 seat (seperti di pesawat saja, hehe……). Artinya kalau full seat, 1 lagu bisa dapat hasil Rp 10 ribu.

Untuk menarik minat anak-anak agar mau naik odong-odong, si pemilik membentuk tempat duduk dengan bentuk hewan peliharaan, maupun benda lain seperti bentuk mobil dan helikopter. Selain itu dicat dengan warna warni yang menarik.

Setelah sekian lama tetanggaku itu dengan peralatan odong-odongnya yang manual, ia menggantinya dengan yang digerakkan secara mekanis; tenaga mesin.
Odong-odongnya kini tak lagi bergerak hanya turun naik, tapi bisa berputar karena berada diatas rel (kalau saja trek relnya panjang pasti namanya jadi MRT, hehe……).
Bentuk tempat duduk odong-odongnya pun berbentuk mobil langkap dengan setiran yang bisa diputar-putar oleh anak-anak.


Dalam beberapa hari ini tetanggaku tersebut kedatangan peralatan odong-odong yang baru. Bentuknya masih seperti gerobak, tapi sudah sebesar bak mobil pick up. Di depan gerobak disambung dengan sepeda motor penggerak agar peralatan bisa dengan mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya (mobile odong-odong). Diatas bak gerobak; diperlengkapi dengan tempat duduk odong-odong yang menggunakan rel. Untuk tenaga penggerak tempat duduk agar bisa berjalan dan berputar; digunakan tenaga mesin. Sedangkan agar terhindar dari hujan, bak diperlengkapi dengan atap.

Kini tetanggaku itu tidak cuma dapat penghasilan lumayan dari usaha odong-odongnya, tapi sudah bisa memberikan pekerjaan kepada tetangga di sekitar yang kebetulan berkerja tidak tetap. 2 unit peralatan odong-odongnya terdahulu ia serahkan pengelolaannya kepada tetangga; membikinkan pekerjaan untuk orang lain, dan dapat penghasilan pula. Dia, tetanggaku itu kini bukan lagi penarik odong-odong, tapi sudah menjadi juragan odong-odong. Padahal ketika ia merantau dulu, cuma membawa pakaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.