Tuhan Tak Menghormati Asas Praduga Tak Bersalah? - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 06 Maret 2014

Tuhan Tak Menghormati Asas Praduga Tak Bersalah?

Sering saya mendengar tentang siksa kubur, dimana seseorang yang telah meninggal dan kemudian dikuburkan, di alam yang disebut alam barzah, manusia yang telah berubah status menjadi mayat itu akan didatangi 2 orang malaikat; Nukar (rev; Munkar) dan Nakir.

Kedua malaikat utusan Tuhan itu konon menurut guru pelajaran agama waktu di sekolah dulu, akan menanyai mayat yang baru dikuburkan. Pertanyaan yang diajukan seputar siapa Tuhannya, siapa Nabinya, apa kitabnya, dimana kiblatnya, dllnya.
Masih menurut guru saya, jika si mayat tak bisa menjawab, maka kedua malaikat itu akan memberikan siksaan.


Pada kesempatan lain guru pelajaran agama saya itu menguraikan tentang hari pembalasan, dimana setiap manusia akan diadili di hadapan Tuhan untuk mengetahui perbuatan baik maupun buruk yang ia pernah lakukan selama hidup di dunia. Seseorang yang perbuatan baiknya lebih banyak dari kejahatannya akan dimasukkan ke sorga, sedang sebaliknya perbuatan jahatnya melebihi kebaikannya mendapat tempat di neraka.




Ganjaran untuk perbuatan baik maupun siksaan untuk kejahatan akan diberikan Tuhan kelak setelah hari perhitungan (yawmil hisab), yang mana sebelum itu melalui proses tahapan; hari kiamat (yawmil akhir), hari berkumpul (yawmil mahsyar), lalu kemudian hari perhitungan atau hari pemblasan (yawmil hisab).

Jika mengacu kepada hari perhitungan setelah kedua tahapan tersebut, maka jelas lah manusia akan menerima ganjaran atas perbuatannya di hari setelah dunia ini berakhir, bukan didalam kuburan (alam barzah).
Logikanya adalah seseorang akan mendapat ganjaran maupun siksaan setelah melalui proses pengadilan. “Allah adalah hakim yang seadil-adilnya.”


Kalaulah benar ada siksa kubur sebelum seseorang melalui proses pengadilan, ini artinya bahwa Tuhan tak menghormati asas praduga tak bersalah (presumption of innocence). Maka dengan demikian Tuhan tak bisa dikatakan Maha Adil, atau hakim yang seadil-adilnya.

Kemudian ada hal lain yang juga sering kali saya dengar; pada saat hari pengadilan terakhir itu, seluruh anggota tubuh manusia akan bersaksi atau memberi kesaksian atas segala perbuatan manusia itu selama hidup di dunia. Manusia yang diadili tersebut tak sedikit pun dapat membantah apalagi berbohong.

Di lain hal saya selalu mendengar bahwa apapun perbuatan seorang manusia selama hidupnya di dunia, selalu dicatat oleh 2 malaikat; Raqib dan Atid. Tak secuil perbuatan apakah itu baik maupun buruk yang terlewatkan oleh catatan kedua malaikat tersebut.

Nah, jika di hari pengadilan terakhir kelak memang benar seluruh anggota tubuh menjadi saksi dan bersaksi atas segala perbuatan manusia, terus bagaimana dengan catatan kedua malaikat tersebut, apakah akan turut dibuka sebagai referensi, atau jurisprudensi ? Sedangkan para saksi sudah sangat valid karena seluruh anggota tubuh. Jika catatan Raqib dan Atid tak terpakai, maka sia-sialah pekerjaan kedua malaikat itu yang cuma menjadi semacam formalitas saja.

Yang salah siapa sebenarnya atas hal-hal yang saya uraikan diatas, mereka yang menyampaikan, atau saya yang salah terima dan menafsirkannya sendiri secara logika manusia ?

Wallahu a'lam bissawab.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.