Kafir itu yang Menghina Presiden - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 17 Maret 2019

Kafir itu yang Menghina Presiden

Jika anda mengaku seorang Muslim, dan pernah ikut shalat Jumat, berarti anda pasti pernah dengar ayat alquran ini terkecuali saat khatib menyampaikan khutbahnya anda tidur, atau anda datang belakangan setelah Khatib selesai berkhutbah.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulilamri di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 59)

Selama ulil amr atau pemimpin itu tidak menganjurkan kepada hal-hal kemunkaran, maka ia wajib ditaati sesuai dengan perintah Allah pada firmanNya tersebut.

Siapa pemimpin itu ?
Sudah pasti anda sekalian tahu dan paham; orang yang dijadikan atau diangkat maupun dipilih diantara sekian banyak orang untuk memegang kendali, berpikir, mengambil keputusan, berbuat untuk kemaslahatan orang banyak. Pemimpin dalam skala paling kecil adalah suami yang memimpin kehidupan rumah tangga, sedangkan dalam skala paling besar adalah Presiden, Raja, Kaisar.

courtesy : kuwera.id

Lalu bagaimana jika terdapat orang yang menghina pemimpinnya sendiri ?

Jika ia mengaku seorang Muslim, maka ia sudah mengingkari perintah Allah sedangkan pemimpin yang ia hina itu tak menganjurkan kepada perbuatan munkar.

Di negeri ini sejak tumbangnya penguasa rezim Orde Baru, semakin bertambah orang yang suka menghina pemimpin negaranya sendiri. Ini berbeda dari era Orde Baru yang sangat menjaga citra pemimpin negara terutama Presiden kala itu, Soeharto. Ada yang berani menghina Soeharto di era ia berkuasa ? Kalaupun ada berarti anda sangat beruntung masih hidup hingga hari ini.

Soal menghina pemimpin ini tak saja dilakukan oleh orang yang awam dari segi keilmuan dan etika, tapi juga dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya orang berilmu dan punya banyak pengikut, contohnya saja seperti Bahar bin Smith yang akhirnya merasakan sendiri akibatnya terjerat kasus hukum.

Kemudian ada lagi yang juga suka sekali menghina Presiden saat ini, pak Jokowi, sebut saja si Nur yang pakai embel-embel Gus, Gus Nur. Orang ini tampaknya sangat benci kepada pak Jokowi baik secara pribadi maupun sebagai Presiden yang memimpin Indonesia saat ini. Agaknya orang seperti si Nur ini lupa kalau ia mengaku sebagai seorang Muslim mestinya menjaga tidak saja akhlaknya tapi juga lisannya.
Orang yang lidahnya ringan melontarkan kata-kata yang menyakitkan perasaan orang lain terlepas apakah yang dihina itu figur ataupun orang awam; belum pantas mendapat sebutan Muslim yang beriman, perilakunya jelas sangat jauh dari mencontoh kepada akhlak Rasul SAW, yang tugas utama beliau diutus Allah adalah untuk memperbaiki akhlak manusia.

Akhirnya kita cuma bisa berharap agar orang-orang yang suka menghina para pemimpin itu mendapat hidayah, karena sesungguhnya orang seperti mereka lah yang pantas disebut 'kafir', hatinya tertutup untuk menaati perintah Allah yakni taatlah kepada pemimpin diantara kamu sekalian (wa ulil amr minkum).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.