Perusahaan Besar Kok Menyumbang Dikit - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 14 Juni 2019

Perusahaan Besar Kok Menyumbang Dikit

Courtesy : pixabay
Jadi viral di jejaring sosial terkait bantuan PT Arutmin Indonesia Tambang Satui kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Satui. Camat Satui, Heri Kurbiansyah kepada beberapa Kru Media yang mewawancarainya mengungkapkan kekecewaannya terhadap jumlah bantuan yang diberikan oleh perusahaan pertambangan batubara terbesar di wilayah Kalsel itu.

"Sangat sedih saya mengingat bantuan untuk warga terdampak banjir hanya berupa 30 puluh dos mie instant," ungkap Heri Kurbiansyah menjawab pertanyaan Jurnalis seraya mempersilakan mengecek sendiri tabel bantuan yang terpampang do Posko Banjir di Makoramil Satui.

Secara sepintas Kapten Aris, Danramil Satui juga menyebut perusahaan dan puluhan rekanannya cuma membantu puluhan dus mie instant di hadapan Syafruddin H. Maming (Cuncung) usai menyerahkan bantuan dari PT Enam Sembilan ke Posko Banjir di Satui.

Kekecewaan Camat Satui ini sangat beralasan karena ia tahu persis keberadaan PT Arutmin Indonesia khususnya di wilayah Kecamatan Satui telah mulai sejak tahun 1988 hingga sekarang. Dan selaku pribadi Heri Kurbiansyah memang sudah cukup lama berada di wilayah Kecamatan Satui khususnya di Sungai Danau bertugas sebagai seorang PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana) sejak sebelum adanya PT Arutmin Indonesia.

Kekecewaan yang tampaknya klimaks dari akumulasi kekecewaan yang selama ini terpendam terhadap keberadaan PT Arutmin Indonesia Tambang Satui yang sudah lebih dari 3 dekade namun tak membuat perubahan yang signifikan (pinjam istilah pak SBY). Apalagi kini sebagai Camat yang nota bene adalah penguasa di wilayahnya, Heri Kurbiansyah sepertinya merasa tak dapat respons cukup baik dari perusahaan tambang yang kantor pusatnya di Jakarta itu. Ditambah dengan perbedaan bantuan yang justru lebih banyak dari perusahaan yang levelnya jauh di bawah PT Arutmin Indonesia, tentu membuat Sang Camat 'mangkel' juga.

Memang soal bantuan apapun banyak orang berpendapat dengan kalimat yang tampak bijak; "biar sedikit tapi ikhlas". Ada benarnya kalimat ini jika diukur dengan jumlah kemampuan si penyumbang. Kalau si penyumbang cuma sekelas kontraktor pekerja proyek PL (Penunjukkan Langsung) yang setahun cuma dapat 1 dan 2 proyek, maka wajar menyumbang sedikit. Tentu berbeda kalau yang menyumbang adalah perusahaan besar yang cabangnya dimana-mana. 

Orang kebanyakan pasti akan nyinyir jika ada perusahaan besar tapi menyumbang untuk sosial cuma sedikit; "perusahaan besar kok menyumbang sedikit, mosok kalah dari perusahaan kecil."

Nah silakan Anda berasumsi dan mengambil kesimpulan masing-masing. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.