PHRI Tanah Bumbu; Hidup Segan Mati Enggan - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 22 Juni 2019

PHRI Tanah Bumbu; Hidup Segan Mati Enggan


Setiap perkumpulan dibentuk biasanya memiliki tujuan tertentu yang intinya untuk kepentingan perkumpulan itu menyangkut seluruh anggotanya. Namun tak jarang perkumpulan yang sudah dibentuk dengan banyak anggotanya tapi tak berfungsi sebagaimana mestinya, tinggal nama namun minim kegiatan apalagi sampai para anggotanya malahan seperti merasa tak memiliki perkumpulan.
Contoh adalah PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia), yang keberadaannya untuk mengurusi berbagai kepentingan para anggotanya di bidang usaha penginapan, hotel, restoran maupun rumah makan. 

Fungsinya memang semestinya adalah seperti yang penulis sebut di atas. Tapi ini tampaknya tak berlaku di Kabupaten Tanah Bumbu.
Keberadaan PHRI di Tanah Bumbu tak ubahnya ornamen atau biasa pelengkap ruang tamu dan ruang tidur hotel agar tampak sedikit 'easy looking' alias sedap dipandang.
Tak berfungsi sama sekali dan bahkan tak sedikit anggotanya yang malah enggan berurusan dengan PHRI.
Menurut seorang pengurus PHRI Tanah Bumbu, untuk dimintai data-data terkait usaha mereka saja sebagian besar anggota yang terdiri dari penginapan, hotel, restoran, kafe dan rumah makan; enggan, padahal data-data itu sangat diperlukan terkait penjualan produk mereka.
"Dengan adanya data lengkap terkait jumlah penginapan, losmen, home stay, guest house, hotel, juga restoran, kafe dan rumah makan, maka jika ada event besar di wilayah ini menjadi mudah bagi para pendatang untuk memperoleh akomodasi, karena akan diketahui berapa jumlah kamar yang tersedia di seluruh penginapan yang menjadi Anggota PHRI," ungkap Yandi Kamitono, Ketua PHRI Kabupaten Tanah Bumbu.
Namun menurutnya sangat disayangkan banyaknya Anggota PHRI di Tanah Bumbu yang tak memberikan data-data terkait usahanya tersebut. Apalagi ditambah dengan tak adanya dukungan dari instansi pemerintah daerah terkait maka klop lah sudah; PHRI pun seperti kerakap tumbuh di batu; hidup segan mati pun enggan. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.