Ustad Abdul Somad Tersandung Salib Kristen - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 20 Agustus 2019

Ustad Abdul Somad Tersandung Salib Kristen

Jejak digital di dunia maya kembali memakan korbannya. Kali ini menimpa seorang Ustad yang sedang naik daun, Ustad Abdul Somad (UAS) yang gaya berceramahnya selain dibumbui candaan juga tak jarang 'nyelekit'.

Sejumlah organisasi yang terkait dengan umat Nasrani baik Katholik maupun Protestan melaporkan UAS dengan tudingan telah menghina 'Salib' dan menistakan agama Nasrani. Tuduhan yang nyaris mirip dengan yang ditudingkan ke Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok beberapa tahun lalu.

Miris juga mengetahui hal yang menimpa UAS ini. Sebagai seorang Muslim tentu kita mesti mengambil sikap dan perihatin terhadap hal-hal yang sangat sensitif seperti itu karena menyangkut kesatuan dan persatuan bangsa dalam banyak perbedaan termasuk perbedaan keyakinan dan agama.

Seperti halnya yang dilakukan umat Islam terhadap Ahok, kemarahan umat Nasrani pun terasa tidaklah berlebihan karena ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap agama dan kepercayaan mereka. Hanya saja sebagai bagian dari anak bangsa ini saya hanya bisa berharap jangan ada unjukrasa yang sampai berjilid-jilid seperti yang diperuntukkan ke Ahok. Dan berharap pula kepada UAS agar semakin bijak dalam memberikan ceramah dan tausiyahnya meski itu untuk kalangan sendiri, karena setiap kata dan kalimat yang dikeluarkan akan menjadi semacam pengajaran bagi umat yang mendengarnya.


 
 
 Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’am [6]: 108)
 
Tanpa maksud menggurui siapapun apalagi UAS, ayat dari firman Allah di atas cukuplah sebagai pedoman dan menjadi peringatan kepada setiap umat Islam agar tak menghina agama lain tanpa sebab terkecuali dalam debat yang memang terkait masalah tersebut, itupun dianjurkan agar berdebat dengan cara-cara yang baik.
 
Pada satu video yang ditayang di Youtube UAS mengaku kalau yang ditudingkan terhadapnya itu adalah menjawab satu pertanyaan dari seorang hadirin, dan telah terjadi pada 3 tahun lalu yang kemudian diviralkan entah oleh siapa.

Semoga saja di usia ke 74 Republik ini dapat menjadikan kita semua rakyat Indonesia semakin dewasa dalam segala hal, saling menjaga perasaan serta harkat martabat sebagai satu bangsa yang multi etnis, multi kultural dan multi agama. Karena tak dipungkiri negara ini bisa beridir dan eksis disebabkan oleh perjuangan seluruh elemen anak bangsa yang dalam banyak hal berbeda namun bisa bersatu menyamakan satu tujuan untuk Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Sebagai umat Islam yang mayoritas hendaknya dapat menjadi pengayom umat yang mayoritas sebagaimana telah ditunjukkan dan dibuktikan oleh para Penguasa Islam di masa lalu yang bertindak adil tidak saja kepada umat Islam tapi juga kepada umat agama lain, sehingga ungkapan 'Islam sebagai rahmat sekalian alam' ini benar-benar bukan ungkapan kosong yang selalu didengungkan. 
Akhirnya Bhineka tunggal ika, NKRI tetap bersatu, dan Islam tetap jaya. (ISP)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.