Facebook, Media Sosial Milyaran Umat - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 12 Mei 2020

Facebook, Media Sosial Milyaran Umat



Banyak yang membuat kita bisa tertawa, tapi ini tak gratis, harus merogoh kocek untuk membeli kuota internet. Namun terkadang tak cuma bisa tertawa hingga ngakak sendirian, jengkel, sebel bahkan baper bisa kita peroleh sekaligus. Buka saja Facebook, media sosial milyaran umat. Kalau diibaratkan agama, maka Facebook lah yang paling banyak umat pengikutnya.


Di Facebook ini tak sedikit postingan maupun komentar yang bisa bikin kita ngakak. Tak jarang kita temui komentar terhadap satu postingan yang sangat tidak nyambung; ibaratnya postingan tentang Utara tapi yang dikomentari adalah Selatan, Timur, Barat bahkan Tenggara. Apalagi mengomentari postingan yang sifatnya pemberitaan yang cuma mencantumkan link atau URL atau Uniform Resource Locator, yang adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet.

Mereka yang mengomentari suatu postingan pemberitaan tak jarang cuma membaca judulnya saja tapi tak meng-klik atau membuka Link untuk masuk ke website penayang pemberitaan tersebut, sehingga tak paham isi pemberitaan secara keseluruhan.

Asbun.
Asal bunyi, sudah sangat membudaya di negeri kita ini, yang penting asal bisa dikatakan ikut nimbrung meskipun tak nyambung atau tak punya kapasitas untuk berkomentar sesuai keilmuan dan pengetahuan.

Dengan adanya berbagai media sosial kini setiap orang seolah mendadak bisa jadi komentator, pakar dan apalah apalah nama dan sebutannya. Biar dianggap tak ketinggalan trend sebagai orang yang hidup di era modern, maka perlu punya akun media sosial.

Tiap orang mendadak seperti reporter maupun jurnalis dengan adanya berbagai media sosial meskipun yang diposting cuma foto dengan sedikit caption yang membingungkan.

Tak sedikit pula yang mendadak menjadi sangat puitis bahkan religius di media sosial, padahal faktanya jauh panggang dari api. Kok bisa ? Bisa saja, karena yang namanya copy paste atau menyalin, mengkofi apa saja di dunia maya sudah lazim berlaku.
Nah, dunia maya jelas berbeda jauh dengan dunia nyata. Jika ingin yang sebenarnya berdasarkan fakta, maka dunia nyata tempatnya bukan di dunia maya yang banyak kepalsuan.

Selamat berpuasa di dunia nyata, bukan berpuasa di dunia maya, karena antara lapar dan haus di dunia nyata jelas beda kalau di dunia maya. (ISP) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.