Tuhan Maha Polyglot - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 01 Maret 2014

Tuhan Maha Polyglot

Andai Muhammad Bin Abdullah lahir di tanah Jawa, kemungkinan namanya adalah Sukarno, Suharto, Susilo, atau gabungan dari semua nama yang berawalan “su”, atau mungkin saja namanya Slamet (hehehe, jangan diambil hati).

Namun beliau lahir di tanah Arabia, dimana di seluruh muka bumi “jaman jahiliyah” cuma ada disana. Maka dinamakanlah beliau Akhmad, Muhammad, nama yang sangat teramat bagus maknanya. What is the name ? Ini kata orang “kulon” sana yang tak mempermasalahkan nama ataupun sebutan. Simak saja nama mereka ; Hammer (palu), Taylor (Penjahit, mungkin jika di tanah Batak namanya Panjaitan, just kidding), Bush (semak belukar), Bill (anak lembu), dllnya.
Bagi banyak orang nama atau sebutan seseorang merupakan do’a atau keinginan dari yang memberi nama, sebuat saja ; Abdullah (hamba Allah), Shaleh (agar takwa), Amin (supaya keinginan terkabul), Bejo (rejeki), Dalle (yang di tanah Bugis artinya juga rejeki), dsbnya.


Urusan nama memang terkadang tak jarang bikin pusing pembuatnya. Maka jadilah macam-macam nama sesuai keinginan, apakah nama itu dicomot dari bahasa ibu, atau bahasa mancanegara, dari bahasa kitab suci, maupun lain-lain made in sendiri yang penting keren dan enak didengar.

Beberapa nama bisa saja arti dan maknanya sama saja, karena sebutannya dalam berbagai bahasa dan bangsa berbeda. Ambil misal ; nama Muhammad bisa saja sama dengan Mehmet atau Moameto. Begitupun Isa, Jesus, Musa, Moses, Yahya, John, Johanes, Daud, David, Hawa, Eva, dstnya.

Ada yang bilang antara Isa dan Jesus itu berbeda. Mereka bilang Isa itu adalah yang statusnya Rasul/Nabi Allah, sedangkan Jesus adalah disalib di Bukit Tengkorak (Golgotha). Ah, sama saja, apakah Isa maupun Jesus itu hanya 2 sebutan berbeda, orang Arab bilang Isa, sedangkan dalam bahasa Ibrani (Hebrew) adalah Jesus.

Yang namanya Tuhan, apapun sebutannya dalam berbagai bangsa dan agama, Dia adalah Yang Maha Polyglot (menguasai banyak bahasa). Adalah hak prerogatif Tuhan berkehendak memperbanyak bahasa di muka bumi ini.
Tuhan Maha Tahu, justru itu maka Dia menurunkan Rasul/Nabi bagi kaum/bani Israel adalah orang yang berasal dari kaum itu yang memang mengerti dan berbahasa Ibrani. Begitupun Rasul/Nabi yang diutus untuk bangsa Arab, adalah dari kalangan bangsa itu sendiri. Sangat tidak mungkin Tuhan mengutus seorang Utusan-Nya untuk bangsa Israel tapi Utusan itu tak faham bahasa Ibrani, atau sebaliknya. Perkara di kemudian hari apa yang difirmankan Tuhan dalam bahasa Utusan-Nya dipakai oleh banyak bangsa yang berbeda, itu karena perintah-Nya kepada Sang Utusan.


Untunglah Tuhan tak pernah, dan tentu tidak akan pernah mengutus Rasul/Nabi dari bangsa Jawa, Batak, Sunda, Bugis, atau Banjar (Melayu). Andai saja terjadi, maka kitab suci tentu dalam bahasa-bahasa tersebut.
Tuhan ternyata hanya mengutus Rasul/Nabi yang kebanyakan dari bangsa Israel dan sedikit dari dari bangsa Arab (sebelum Nabi Ismail, Ishak, Ibrahim, dstnya, saya tidak tahu kebangsaan mereka).


Saya mungkin dikira ngelantur, kok sempat-sempatnya ada orang yang iseng mau menulis seperti ini. Mungkin ada yang menganggap tidak penting, tapi hal ini memang benar adanya. Penting atau tidak menurut pendapat orang, saya sudah menulisnya sebagus yang saya bisa.

(Jangan tersinggung ataupun apa namanya setelah membaca tulisan ini. Saya cuma menulis sesuai pengetahuan saya, tidak bermaksud menyinggung wilayah SARA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.