Islam Bukan Aku - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 24 Maret 2014

Islam Bukan Aku

Aku Islam,
Teriakku diantara banyak orang Islam,
Entahlah jika berada di USA atau di Britania,
Apakah aku masih berani berteriak lantang.


Aku Islam,
Suatu kali baru aku menyadari kenapa aku Islam,
Kedua orangtuaku yang mewariskannya kepadaku,
Dengan amanah untuk tetap menjaga warisan itu.


Kedua orangtuaku Islam,
Karena itulah sehingga aku Islam sebagai keturunannya,
Dan kulanjutkan kepada keturunanku pula.


Andai aku terlahir dari sebuah keluarga pribumi Italia,
Aku pastilah seorang Katholik Roma,
Begitupun jika saja aku masih kerabat Kahlil Gibran,
Tentulah aku seorang Katholik Maronit.


Kakek dan nenek moyangku dulu kemungkinan para penganut paganisme, dinamisme, dan animisme,
Entahlah, sudah berapa turunan keyakinan itu ditinggalkan keturunan mereka; kami sekarang.


Seandainya kakek dan nenek moyangku berasal dari suku asli di tanah Jerman,
Paling tidak aku seorang Protestan yang selalu mengenang dan kagum kepada Martin Luther.


Atau, aku berasal dari keturunan Anglo Saxon,
Kemungkinan besar aku pengikut Gereja Anglikan seperti halnya keluarga Kerajaan Inggris.


Aku Islam,
Ku teriakkan statusku ini didalam hutan belantara hatiku sendiri,
Aku malu berteriak di tengah-tengah manusia dengan beragam keyakinan,
Karena aku cuma Islam status,
Belum sebagai seorang Islam yang benar-benar mencerminkan rakhmatan lil alamin.


Andai saja keluargaku berasal dari ras Arya,
Pastilah kami penganut Hindu,
Tak terkecuali aku yang dengan bangga berkalungkan simbol swastika.


Tapi aku Islam,
Aku bukan berasal dari keluarga etnis Han yang penganut Konghucu,
Bukan berasal dari etnis Tibet yang pengikut Sidharta Gautama Sang Budha,
Bukan pula keturunan keluarga dari ras Ainu yang patuh dan taat kepada Amaterasu O Mikami dan mengamalkan ajaran Shinto.


Aku Islam,
Bisikku dengan pelan kepada diriku sendiri,
Sangat pelan bahkan nyaris tak terdengar.


Aku Islam,
Biarlah aku dan Tuhanku saja yang mengetahuinya,
Karena ku takut riya,
Ku takut akan sombong diantara minoritas,
Ku takut teramat sangat jika tak dapat menjaga amanah yang diwariskan oleh kedua orangtuaku ini.


Aku Islam,
Tapi Islam bukan aku,
Aku masih suka bohong, khianat, korup, menipu, sombong, riya, dengki,………
Aku Islam ?
Aku malu kepada Tuhanku,
Malu kepada mereka di sekelilingku yang tahu siapa aku,
Aku cuma mengaku-ngaku……..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.