Majapahit dan Gajahmada; Sang Penjajah - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 01 April 2014

Majapahit dan Gajahmada; Sang Penjajah


Membaca sejarah kerajaan Majapahit dengan tokoh sentral Gajahmada, lalu menyimpulkannya, ternyata pelajaran sejarah selama ini di sekolah-sekolah perlu diluruskan. Sejarah mengenai kerajaan Majapahit dengan Rajanya yang terkenal, serta Patihnya Gajahmada, belum ditulis secara jujur.

Pembaca sejarah kerajaan Majapahit seperti digiring ke suatu kesimpulan bahwa kerajaan tersebut sebagai pemersatu Nusantara, atau dalam arti cikal bakal Indonesia.
Namun jika kita simak lebih teliti, kerajaan Majapahit tak lebih dan tak kurang sebagai satu kerajaan yang bisa dikategorikan agresor, imperialis dan kolonial. Kerajaan Majapahit tak ada bedanya dengan Kolonial Inggris, Belanda, Spanyol, Portugis, ataupun Nipon (Jepang).


Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajahmada tidaklah tepat diterjemahkan sebagai untuk mempersatukan Nusantara, tapi menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada pada waktu itu yang sejaman dengan Majapahit. Beberapa kerajaan diserbu dan ditaklukkan oleh Gajahmada untuk Majapahit antara lain; Swarnnabhumi (Sumatera), Bintan, Tumasik, Semenanjung Malaya, Bedahulu (di Bali), Lombok, sejumlah negeri di Kalimantan; Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kendawangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Sulu, Paser, Barito, Sawaku (Sebuku), Tabalung (Tabalong), Tanjungkutei, dan Malano.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Gajahmada terus melakukan penaklukkan ke arah timur. Kesemua daerah taklukkan itu wajib membayar upeti ke kerajaan Majapahit. Hanya Kerajaan Sunda di pulau jawa yang luput dari invasi Majapahit, dan pulau Madura.

Dapat kita bayangkan negeri-negeri yang diserbu oleh pasukan Majapahit itu tentu melakukan perlawanan sebelum akhirnya kalah dan ditaklukkan. Bagi negeri-negeri yang mendapat serangan pasukan dari luar tentu tak ada bedanya apakah itu dari Majapahit, Inggris, Belanda, Spanyol, Portugis maupun Jepang, hanya satu kata yang sama untuk mereka; Penjajah, Agresor, Kolonial.

Mudahnya para penulis sejarah mengagungkan nama Majapahit dan Gajahmada sebagai pemersatu Nusantara yang belum tentu pada masa itu nama Nusantara dikenal oleh negeri-negeri taklukkan Majapahit.

Jika boleh kita membandingkanya; Gajahmada tak ubahnya seperti seorang Napoleon Bonaparte yang menginvasi negeri-negeri di Eropa pada penghujung abad ke 18.
Lalu apa yang bisa dibanggakan dari seorang Gajahmada dengan Sumpah Palapa-nya ? Superioritas untuk suku bangsa tertentu di Indonesia saat ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.