Endonesa Lebih Nyaman dengan NKRE - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 16 Desember 2017

Endonesa Lebih Nyaman dengan NKRE

Courtesy : goodreads
Topik kali ini saya mengambil timeline saya di Pesbuk (biar bunyi F tetap juga kedengarannya bunyi P), perihal pelapalan bunyi kata yang seharusnya ditulis Indonesia dan dibaca sama juga Indonesia bukan kebanyakan malah bunyi lapalnya Endonesa.

Tujuan saya hanya ingin menyederhanakan penyebutan ataupun pelapalan saja. Seperti misal bunyi lapal huruf F dan V yang kebanyakan tetap juga kebanyakan terdengar bunyi P, makanya dalam tulisan saya ini bunyi 2 konsonan itu saya tiadakan saja.

Nah, kembali ke persoalan pokok masalah penulisan dan pelapalan kata Endonesa. Hak saya untuk menulis ataupun mengucapkan Endonesa, anda atau kalian pun berhak alias punya hak.
Pertanyaannya apakah dengan begitu saya merusak bahasa Indonesia ? Boleh jadi iya, atau tepatnya saya ikut memperparah kerusakan bahasa Indonesia yang sudah lama sekali rusak, bahkan mungkin sudah dimulai sejak beberapa saat setelah para pemuda Indonesia keluar dari gedung pertemuan usai mendeklarasikan Sumpah Pemuda, hiks.......

Tadinya, sejak dulu bahkan saya bela-belain punya niat suci dan mulia berusaha memurnikan bahasa Endonesa, namun seiring waktu bahasa persatuan atau lingua pranca (ga pakai hurup F) ini semakin hari justru semakin rusak dan hancur-hancuran di segala lini, hehehe...... 

Lalu buat apa jika saya sendiri yang berusaha tapi lebih sangat banyak yang lain merusaknya ? Ibarat poting (tanpa hurup V) saya kalah telak seperti Abu Janda Albolodewe persus Peliks Siau, hahaha.......
Tapi kan kalau ditulis Endonesa; ini akan memunculkan makna baru terhadap penamaan negeri ini

Memangnya selama ini kita tahu apa makna ataupun arti dibalik kata Indonesia itu. Misal kita artikan bebas dengan memisah-misah kata itu menjadi; In (didalam), done (selesai, usai, telah melakukan), dan sia, lalu dimaknai bebas; dalam mengerjakan sesuatu selalu menjadi sia-sia? Waduh jelek banget maknanya ya, hik....hiks....hiks.

Lha terus kalau ditulis Endonesa, lalu dipisah-pisah pula menjadi; End (berakhir, usai, tamat), One (satu), dan Esa (tunggal), pemaknaan bebasnya bisa menjadi; satu kesatuan yang tunggal berakhir atau tamat.
Waduh malah jadi lebih jelek lagi ya, hiks..... Artinya negeri ini suatu saat akan berakhir jadi negeri atau negara kesatuan yang selama ini keukeuh dipertahankan sampai-sampai ada slogan NKRI harga mati.

Tapi jangan tegang saudara sebangsa tanah dan sebangsa air, pemaknaan ngawur itu saya lakukan dengan memakai atau pinjam dari bahasa Inggris campur bahasa Sanskrit alias Sanskerta yang kamusnya tak dipegang sembarang orang tapi banyak yang hapal diluar kelapa eh kepala

Paham tak tulisan saya ini, jika tak paham baca aja lagi dari awal bolak balik kayak setrika biar mulus, hehehe.......

Yah, sudahlah yang jelas apapun pemaknaan atas kata Indonesia dan Endonesa oleh saya yang boleh saja dianggap ngawur kelas kampiun, kebanyakan tetap saja orang terdengar melapalkan Endonesa. Hidup Endonesa, NKRE harga mati !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.