Negaranya Para Kapitalis - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 17 Agustus 2019

Negaranya Para Kapitalis

Kapitalisme, atau paham yang mengacu kepada pemilik modal, saat ini menguasai nyaris semua sistem negara di seluruh dunia kecuali hanya beberapa negara masih konsisten pada Sosialisme atau lawan dari Kapitalisme, misalnya saja Korea Utara dan Cuba, sedangkan China sudah mengadopsi Kapitalisme meski dipisah di 2 wilayah otonomi yakni Hongkong dan Macau.

Pada negara yang berpaham Kapitalisme; para pemilik modal lah yang memiliki kuasa di banyak lini tak terkecuali ikut masuk ke lingkaran pemerintahan negara dan semua sendinya, ikut mempengaruhi berbagai arah kebijakan negara, karena para pemegang kendali negara telah berada dibawah kendali para Kapitalis.

Kenapa bisa ?
Logika faktualnya adalah kebanyakan para pengendali negara berasosiasi dan berafiliasi kepada para Kapitalis yang dengan jumlah duit tak terbatas bisa berbuat apa saja termasuk mendudukkan para 'kaki tangan' maupun anteknya ke dalam lingkaran kekuasaan negara dan pemerintahan.

Pemilihan Umum (general election) adalah sarana dimana para Kapitalis ikut 'cawe-cawe' mengulurkan tangan Kapitalisme-nya untuk membantu siapa saja yang akan meraih suatu kekuasaan asalkan bersedia 'deal' untuk menjaga berbagai kepentingan para Kapitalis jika ia sudah meraih posisi yang diinginkannya.

Tak heran jika ada anekdot yang berbunyi; orang pintar tanpa duit akan tampak dan bersikap bodoh, tapi sebaliknya orang bodoh yang berduit akan menjadi seperti orang pintar dan dianggap pintar.

Dan tak perlu heran jika banyak 'invisible hand' atau tangan tak terlihat yang bisa mengatur apa saja yang diinginkannya jika tak menyukai seorang Pejabat Pemerintahan maupun Pejabat Publik atau siapapun yang dianggap 'persona non grata'  atau orang tak disukai karena tak sejalan dengan keinginan dan kehendak para Kapitalis.
Kita sangat sering mendengar kalimat; "kalau si anu menghendaki besok Kapolda  saja bisa ia pindah", atau "cuma seorang Camat saja, Bupati saja bisa dia bikin sulit kalau berani macam-macam".

Itu hanya beberapa kalimat yang sering kita dengar di masyarakat kita.
Adanya para Kapitalis yang menjadi semacam invisible hand, maka muncullah istilah 'kriminalisasi' sebagai senjata ampuh untuk membunuh karakter dan menyingkirkan seseorang yang dianggap sebagai batu sandungan bagi keinginan Sang Kapitalis yang dengan duitnya berlimpah atau tak bernomor seri.

Para Kapitalis hanya berorientasi pada penguasaan sumber daya alam yang bisa dikuasainya untuk membangun dan memperbesar kerajaan bisnisnya, monopoli dengan cara apapun menyingkirkan para saingan melalui tangan-tangan penguasa, bisa pula dengan cara lain melalui media milik sendiri ataupun yang bisa ia bayar. 

Makanya sekali lagi tak perlu heran jika terdapat banyak Kapitalis yang usaha bisnisnya sangat sulit tersentuh apalagi disentuh.

Apakah negara bisa dikuasai oleh para Kapitalis ?
Jawabannya adalah pasti bisa, dan ini sudah kita saksikan sendiri di negara kita. Para Kapitalis merambah dan menguasai birokrasi pemerintahan, lembaga profesi, lembaga profit maupun non profit. Istilah Kapitalis Birokrat maupun Birokrat Kapitalis adalah 2 hal berbeda istilah namun perbedaannya sangat tipis. Seorang Kapitalis tak jarang merangkap sekaligus Birokrat yang usaha bisnisnya dijalankan oleh orang lain, kerabat, orang dekat dan sebagainya, begitupun seorang Birokrat tak jarang memiliki usaha bisnis melalui orang lain pula. Sehingga kita sering mendengar bahwa Pejabat Anu memiliki usaha di bidang perkebunan, pertambangan, konstruksi dan sebagainya, atau Pengusaha Anu sekaligus adalah Bos Perusahaan Anu dan sebagainya.

Nah, namanya juga negara berpaham Kapitalisme sehingga yang berkuasa pun adalah para Kapitalis.
Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 47 tahun 2019, semoga kemakmuran berada di pihak rakyat secara merata. (ISP)

2 komentar:

  1. Mantap Bpk, ini juga terjadi diwilayah kita.😊 Trm kasih Pak, sangat menginspirasi serta tambah ilmu lagi. 🙏🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, nyaris di seluruh Indonesia hal semacam ini terjadi, terimakasih.

      Hapus

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.